Jakarta, IDN Times - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyikapi kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 di tengah konflik Timur Tengah yang memanas hingga berdampak ke harga minyak dunia.
Menurut Said, pemerintab harus menyiapkan sejumlah langkah antisipastif, salah satunya menajamkan kembali program prioritas yang mendesak dan tidak mendesak. Program yang dinilai belum mendesak bisa ditunda terlebih dahulu.
"Salah satunya yang tidak begitu mendesak, umpamanya, ya kalau pemerintah untuk tol dan sebagainya, ya mbok ditahan dulu. Toh faktanya tol itu juga tahunnya tahun jamak sehingga pemerintah bisa mempertebal kantong cadangan pemerintah. Untuk jaga-jaga," kata Said Abdullah dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
