BGN Setop Program MBG Selama Libur Sekolah, Akan Dievaluasi

- BGN menghentikan total program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh pasca dugaan korupsi yang diusut Kejaksaan Agung.
- Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan penghentian ini dimanfaatkan untuk membenahi tata kelola dapur agar program berjalan lebih rapi saat sekolah kembali aktif.
- Wakil Ketua DPR RI Charles Honoris mendukung evaluasi penuh, menyoroti pemborosan anggaran SPPG hingga Rp1 triliun per bulan di tengah tekanan fiskal negara.
Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyatakan, program makan bergizi gratis (MBG) akan diberhentikan total selama momen libur sekolah.
Langkah ini diambil untuk melakukan evaluasi dan audit secara menyeluruh terhadap rata kelola MBG setelah kasus dugaan korupsi dibongkar oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur," ucap Arumsari di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).
"Ya, setop. Untuk yang semasa libur sekolah sambil kita membenahi gitu," imbuhnya.
Mantan auditor BPKP itu mengatakan, seluruh evaluasi terkait tata kelola MBG sudah rampung diharapkan rampung setelah sekolah kembali aktif.
"Nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik, kondisi di lapangan sudah lebih rapi gitu ya," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Charles Honoris mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) melalukan evaluasi menyeluruh dengan menghentikan sementara program makan bergizi gratis (MBG) selama libur sekolah. Ia menilai, evaluasi ini penting agar pemerintah bisa melihat secara objektif bagian yang sudah berjalan baik dan yang perlu diperbaiki.
Menurut dia, pemborosan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang mencapai Rp1 triliun per bulan tidak bisa dianggap sepele. Apalagi, kondisi fiskal negara sedang menghadapi banyak tekanan dan kebutuhan anggaran di sektor lain tidak kalah besar.
"Momentum libur sekolah yang akan datang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penghentian sementara pelaksanaan program MBG sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program," kata Charles kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

















