Jakarta, IDN Times — Di tengah tsunami informasi di era digital, misinformasi dan
disinformasi jadi ancaman pembentukan opini publik. Apalagi jelang Pemilihan
Umum (Pemilu) 14 Februari 2024, di mana anak muda memegang peranan penting, karena menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2024 nanti.
Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis menyebutkan, pada Pemilu 2024 tercatat 52 persen suara berasal dari generasi anak muda, yaitu milenial dan gen z. Karena itu, ujar Uni, semua kubu dan pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, mengincar suara anak muda, terutama pemilih pemula.
Demi merebut suara anak muda, "mereka memompa informasi tentang kandidatnya. Di ranah media sosial, pendukung paslon tidak segan menyebarluaskan misinformasi dan disinformasi. Banyak yang menggunakan akun tanpa nama jelas,” ujar Uni dalam acara The Role of Youth in the Era of Misinformation and Disinformafion yang berlangsung di kantor Foreign Policy Community Indonesia (FCPI), Menara Mayapada, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Desember 2023.
Acara ini sendiri bagian dari Campus to Campus Outreach, yang digelar oleh FCPI bekerja sama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai kampus di Indonesia secara offline, dan sebanyak 200 peserta mengikuti secara online.