Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov DKI dan PAM JAYA Gelar JEKATE RUN di 13 Desember, Ini Rutenya

2 min read
Pemprov DKI dan PAM JAYA Gelar JEKATE RUN di 13 Desember, Ini Rutenya
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM Jaya akan menggelar JEKATE RUN 2026 pada 13 Desember/(dok Pemprov DKI)
  • Pemprov DKI Jakarta dan PAM Jaya akan menggelar JEKATE RUN 2026 pada 13 Desember, dengan kategori 5K dan 10K di Jakarta Selatan.

  • Rute acara menampilkan Flyover Antasari, sementara Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan menjadi race village atau pusat kegiatan peserta.

  • Ajang ini mendorong olahraga, interaksi sosial, pergerakan UMKM, serta edukasi akses air bersih dan perluasan layanan air perpipaan PAM Jaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM Jaya akan menggelar JEKATE RUN 2026 pada 13 Desember mendatang.

Ajang lari dengan kategori 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K) tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan olahraga masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

JEKATE RUN 2026 akan mengambil rute di kawasan Jakarta Selatan, dengan Flyover Antasari sebagai salah satu daya tarik utama. Sementara itu, kawasan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan akan menjadi lokasi race village atau pusat kegiatan peserta.

  1. 1. Berikan manfaat fisik dan mental

    siaranpers_pemprov_dki-20261108092101_5kjfro_557.jpeg
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM Jaya akan menggelar JEKATE RUN 2026 pada 13 Desember/(dok Pemprov DKI))

    Gubernur Pramono mengatakan, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat secara luas perlu terus dikembangkan karena memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, sekaligus memperkuat interaksi sosial.

    “Saya meyakini, kalau masyarakatnya sehat dan bisa berolahraga dengan baik, berbagai kegiatan juga dapat terselenggara dengan baik. Hal itu pasti menimbulkan rasa senang dan bahagia,” ujar Pramono dalam keterangan.

  2. 2. Silaturahmi dapat terjalin di sepanjang jalan

    siaranpers_pemprov_dki-20260726084906_p9wmjs_356.jpg
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri) dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (kanan) saat meninjau pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di CFD Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). (Dok. Pemprov DKI Jakarta).

    Menurutnya, pengembangan budaya hidup sehat juga dilakukan melalui perluasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di berbagai wilayah Jakarta. Selain kawasan Sudirman–Thamrin dan Rasuna Said, Pemprov DKI Jakarta mulai menghadirkan kegiatan serupa di tiga wilayah kota administrasi lainnya secara bertahap.

    “Dengan demikian, masyarakat bisa bergerak, tidak malas bergerak, hidupnya makin sehat, dan makin penuh harapan. Yang tidak kalah penting, melalui Car Free Day, silaturahmi dapat terjalin di sepanjang jalan,” katanya.

  3. 3. JEKATE RUN 2026 dorong gaya hidup sehat

    siaranpers_pemprov_dki-20260726084106_gumszv_879.jpg
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama warga di CFD Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). (Dok. Pemprov DKI Jakarta).

    Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa JEKATE RUN 2026 merupakan bagian dari kolaborasi perusahaan dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat.

    Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya akses dan pelayanan air bersih. Hal ini sejalan dengan upaya PAM Jaya memperluas cakupan layanan air perpipaan di Jakarta.

    “Ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kesehatan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus kampanye agar masyarakat lebih mengenal PAM Jaya dan memahami pentingnya edukasi air bersih,” ujar Arief.

Related Articles

See More