Ini Alasan Pramono Gratiskan Tarif Transportasi untuk Pencari Kerja

Pemprov DKI akan menyesuaikan tarif transportasi mulai 1 Januari 2027, sambil memperluas penerima layanan gratis dari 15 menjadi 21 kelompok.
Pencari kerja masuk penerima tarif gratis karena kerap berpindah Transjakarta, MRT, dan LRT saat mencari peluang kerja; pendamping disabilitas juga termasuk tambahan.
Hingga September 2026, penumpang Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai 368,4 juta, naik 10,8 persen, didukung konektivitas antarmoda yang mencapai 93 persen.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melakukan penyesuaian tarif transportasi mulai 1 Januari 2027. Meski demikian, Pemprov DKI juga akan menambah kelompok penerima fasilitas transportasi umum termasuk untuk pencari kerja.
"Di awal kita sudah menyampaikan bahwa di tahun 2027, 1 Januari, kita akan ada beberapa penyesuaian karena memang bebannya sudah terlalu berat. Sebagai bagian dari transparansi, jauh-jauh hari kita umumkan, tetapi akan ada penambahan dari 15 yang kita gratiskan menjadi 21," ucap Pramono dalam Jakarta Budget Talk, Balai Kota, Rabu (21/10/2026).
1. Pencari kerja kerap berpindah transportasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers Jakarta Budget Talk di Balaikota, Rabu (21/10/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum) Pramono mengatakan, pencari kerja kerap harus berpindah-pindah menggunakan transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT untuk mencari peluang kerja.
"Jadi ada 6 penambahan, di antara penambahan itu adalah orang yang mencari kerja. Karena saya yakin di ruangan ini kalau mencari kerja pakai bus naik-turun, MRT, LRT, memorinya pasti teringat sekali dan itu akan menjadi luar biasa kalau kita gratiskan," ucapnya
2. Tambah golongan yang gratis naik transum Jakarta

Ilustrasi Bus Transjakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah enam kelompok penerima fasilitas transportasi umum gratis, dari sebelumnya 15 menjadi 21 kelompok.
“Jadi orang yang mencari kerja kita gratiskan, pendamping disabilitas juga kita gratiskan, dan sebagainya,” ujar Pramono.
3. Pengguna transportasi umum Jakarta naik

Koridor 9 Transjakarta (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan peningkatan penggunaan transportasi publik di Jakarta. Hingga September 2026, jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 368,4 juta orang, meningkat 10,8 persen.
Menurut Pramono, kenaikan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Ia menilai, peningkatan ini turut didukung konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta yang semakin baik.
"Jadi kenaikannya cukup signifikan, masyarakat yang beralih dari menggunakan kendaraan pribadi sekarang ini mereka memakai transportasi publik. Hal itu tergambar dari konektivitas kita yang semakin baik, sekarang ini sudah di angka 93 persen," katanya

















![[INFOGRAFIS] Rencana Perjalanan Haji 2027: Gelombang Pertama Terbang 11 April](https://image.idntimes.com/post/20260531/upload_387ca8fb793fa442bf3c923192f8d8b2_4e770a24-a927-474f-aa26-9948f027f4e8_watermarked_idntimes-1.jpg)


