Jakarta, IDN Times - Panglima TNI periode 1999-2002 Laksamana TNI (Purnawirawan) Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia. Berita duka cita ini disampaikan langsung oleh Pusat Penerangan TNI, melalui akun X resmi Pusat Penerangan TNI, @Puspen_TNI, Minggu (25/10/2026).
"Turut Berdukacita Atas Wafatnya Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, Panglima TNI Periode 1999 s.d 2002. Semoga Allah SWT Menerima Semua Amal Ibadahnya. Aamiin," demikian cuit Puspen TNI dikutip hari ini.
Sejumlah jajaran di TNI turut menyampaikan duka cita. Termasuk dari Pangdam XIV/Hasanduddin dan keluarga besar Kodam XIV/Hasanuddin. Begitu juga dari Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI.
"Segenap Keluarga Besar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Laksamana TNI (Purn.) Widodo Adi Sutjipto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI ke-10 periode 2004–2009," demikian ucapan duka cita yang disampaikan di akun Instagram resmi Kemenko Polkam RI.
Berdasarkan informasi, Widodo AS wafat pada usia 82 tahun karena sakit. Ia mengembuskan napas terakhir di kediamannya, Jakarta, pada Sabtu 24 Agustus 2026, pukul 21.30 WIB.
Semasa hidup, Widodo AS merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari matra TNI Angkatan Laut. Sebelum menjadi Panglima TNI, Widodo pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI AL (KSAL) pada 1998, kemudian menjadi Wakil Panglima TNI pada 1999, dan kemudian dipercaya menjadi Panglima TNI di era pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan era pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Usai menjadi Panglima, pada 2004-2009 Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), dan kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2009-2014, era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Minggu, 25 Oktober 2026.
