Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jenderal Agus Terima Kapolri Suyudi, Tegaskan TNI-Polri Tetap Solid

4 min read
Jenderal Agus Terima Kapolri Suyudi, Tegaskan TNI-Polri Tetap Solid
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto didampingi kepala staf ketika menerima kunjungan dari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto usai dilantik. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima kunjungan perdana Kapolri Jenderal Suyudi Ario di Mabes TNI, dengan penegasan penguatan soliditas dan koordinasi TNI-Polri.
  • Suyudi mengapresiasi bantuan TNI dalam penegakan kamtibmas dan menekankan sinergi kedua institusi untuk menjaga persatuan, stabilitas nasional, rasa aman masyarakat, serta program pemerintah.
  • Suyudi juga menemui MUI dan memaparkan enam prioritas Kapolri, mencakup reformasi struktur, SDM, pelayanan, penegakan hukum, pengawasan, serta akuntabilitas anggaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Senin, 19 Oktober 2026 menerima kunjungan Kapolri Jenderal (Pol) Suyudi Ario ke Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Ini kunjungan perdana Suyudi ke Mabes TNI usai dilantik sebagai Kapolri.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Mohammad Nas mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

"Soliditas itu juga menjadi momentum untuk mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah," ungkap Nas di dalam keterangan tertulis pada Selasa (20/10/2026).

Agus menyambut Suyudi dengan upacara penghormatan. Momen tersebut turut dihadiri oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita sedang berada di Kalimantan Tengah untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan.

"Melalui komunikasi yang erat dan koordinasi yang berkesinambungan untuk menghadapi berbagai tantangan tugas secara bersama-sama," kata Nas menirukan pernyataan Agus.

  1. 1. Kapolri ucapkan terima kasih atas bantuan TNI dalam penegakan kamtibmas

    Suyudi Ario Seto, Panglima TNI
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika menerima kunjungan dari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto usai dilantik. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Sementara, Kapolri Jenderal Suyudi Ario menegaskan TNI dan kepolisian harus selalu bersama, bersinergi dan saling mendukung dalam pelaksanaan tugas. "Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima TNI atas bantuan dalam penegakan kamtibmas," tutur dia.

    Kunjungan silaturahmi itu, kata Suyudi, mencerminkan komitmen TNI dan Polri untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga persatuan bangsa, memelihara stabilitas nasional, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

    "Soliditas kedua institusi diharapkan semakin kokoh dalam mendukung keberhasilan program pemerintah dan menjaga keutuhan Indonesia," imbuhnya.

  2. 2. Kapolri juga bersilaturahmi ke kantor MUI pusat

    Suyudi Ario
    Kapolri Jenderal Suyudi Ario ketika menyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Dokumentasi Mabes Polri)

    Sebelum ke Mabes TNI, Suyudi sudah lebih dulu menyambangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam pertemuan itu, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan kepolisian. Menurutnya, keamanan, kesejahteraan, dan keimanan merupakan unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat. 

    Situasi yang aman dan stabil memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah, menuntut ilmu, mendidik generasi muda, serta bekerja mencari nafkah dengan baik. Sementara, Suyudi menyampaikan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab kepolisian.

    "Tetapi, itu semua membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk MUI dan para ulama," kata Suyudi seperti dikutip dari situs resmi MUI.

  3. 3. Suyudi akan menjalankan enam program selama menjabat Kapolri

    Suyudi Ario Seto, Panglima TNI
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto didampingi kepala staf ketika menerima kunjungan dari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto usai dilantik. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Sementara, ketika dilakukan uji kepatutan dan kelayakan pada 1 Oktober 2026 lalu, Suyudi memaparkan akan melakukan enam program prioritas. Pertama, ia berencana membuat struktur Mabes Polri lebih proporsional dan ramping, sekaligus memperkuat Polda, Polres, dan Polsek.

    "Polda proporsional dan suportif. Polres kuat sebagai kesatuan operasional dasar. Polsek tangguh dan dekat dengan masyarakat," ujar Suyudi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada 1 Oktober 2026 lalu.

    Ia mengatakan struktur yang tumpang tindih serta lapisan persetujuan yang tidak memberikan nilai tambah akan disederhanakan. "Penguatan lini terdepan berbasis beban kerja, luas wilayah, risiko, akses, dan kebutuhan pelayanan," katanya.

    Prioritas kedua berkaitan dengan pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan rekrutmen. Prioritas ketiga adalah penguatan pelayanan publik.

    Suyudi mengatakan orientasi pelayanan kepolisian harus bergeser dari sekadar memenuhi prosedur menjadi memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam program 100 hari pertamanya, ia menjanjikan respons cepat melalui layanan 110 dan SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) yang lebih ramah terhadap korban.

    Prioritas keempat adalah penguatan penegakan hukum. Suyudi menekankan pentingnya penanganan perkara yang tepat, sah, berbasis bukti, memiliki kepastian hukum, dan berkeadilan. Ia juga menyebut narkotika tetap menjadi salah satu fokus penindakan. Selain itu, premanisme dan pemerasan, kejahatan jalanan, tawuran, serta aksi debt collector juga masuk dalam agenda penegakan hukum.

    Prioritas kelima yang disampaikan Suyudi adalah penguatan pengawasan. Ia ingin pola pengawasan di tubuh Polri bergerak dari pendekatan reaktif menjadi berbasis risiko.

    Sedangkan, prioritas keenam adalah akuntabilitas anggaran. Selain enam program prioritas tersebut, Suyudi memaparkan sejumlah quick wins yang akan menjadi sasaran dalam 100 hari pertama jika dirinya menjadi Kapolri. Beberapa di antaranya adalah pemberantasan judi daring dan penipuan digital, pemulihan kawasan narkoba, serta penguatan Polres dan Polsek.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More