Ilustrasi Aplikasi Jaki. (Google Play).
Kasus dugaan manipulasi laporan warga melalui JAKI bak gunung es. Belum reda respon aduan warga parkir liar dengan editan kecerdasan buatan (AI), kini seorang warga mengungkapkan manipulasi respon dari aplikasi laporan andalan Pemrov DKI ini.
Seorang warga Jakarta bernama Fahmi mengaku rutin melaporkan penanganan parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Jakarta Selatan. Dugaan ini disampaikan melalui unggahan di media sosial Threads oleh akun @glensaimima.
Dalam unggahannya, ia menyebut praktik laporan yang tidak sesuai kondisi lapangan itu diduga telah berlangsung cukup lama, khususnya di lingkungan Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.
“Kejadian ini bahkan sudah lama, artinya modus laporan palsu petugas sudah lama berlangsung (dalam hal ini jajaran Dishub Jaksel),” tulisnya yang sudah dikonfirmasi IDN Times, Rabu (8/5/2026).
Ia menjelaskan, awalnya melaporkan keberadaan parkir liar dan PKL di Jalan Raya Tendean, Mampang Prapatan, tepatnya di depan gedung Trans TV. Namun, laporan tersebut ditindaklanjuti dengan jawaban template yang menyatakan kondisi sudah tertib.
“Semula laporan sekali, lalu ditanggapi selesai dengan templete kata-kata, dan foto area sudah clear, padahal saya seharian cek parkir liar masih ada. Saat ini masih ada,” ujarnya.