Jakarta, IDN Times – Jelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, muncul kelompok yang menyatakan komitmennya mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Menguatnya wacana pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode dinilai tidak hanya berdampak pada peta politik nasional menuju Pemilu 2029, tetapi juga berpotensi mempengaruhi ambisi politik sejumlah elite partai koalisi yang selama ini dipersepsikan memiliki peluang menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago menilai, dorongan yang mulai digaungkan sejumlah pihak termasuk Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali maju pada 2029, dapat dibaca sebagai kode keras konsolidasi politik. Namun pada saat yang sama, wacana tersebut berpotensi mempersempit ruang kompetisi bagi figur-figur lain di dalam koalisi.
“Semakin kuat dorongan Prabowo-Gibran dua periode, semakin besar pula potensi kegelisahan di kalangan elite partai koalisi. Sebab ada tokoh-tokoh yang selama ini dipersepsikan memiliki kepentingan politik untuk masuk dalam bursa calon wakil presiden pada 2029,” kata Arifki dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
