Jakarta, IDN Times - Melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada bulan Juli-September di sebagian besar wilayah Indonesia. Selain itu, potensi terjadinya El Nino pada musim kemarau ini mencapai kategori moderat hingga kuat. Musim kemarau yang terjadi pada tahun ini diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari biasanya.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan langkah untuk mengantisipasi terjadinya kerugian akibat El Nino yang memengaruhi cuaca dan iklim selama musim kemarau.
“Kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari biasanya. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli-September 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia. Di saat yang sama, peluang El Nino mencapai kategori moderat hingga kuat, yang dapat memengaruhi kondisi cuaca dan iklim selama musim kemarau. Siapkan langkah antisipasi sejak dini, terutama terkait ketersediaan air, potensi kekeringan, dan kebakaran hutan/lahan,” tulis BMKG di akun Instagram @infobmkg, dikutip Sabtu (18/7/2016).
