PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Marga mengakselerasi pergeseran strategi dari orientasi pertumbuhan usaha berbasis infrastruktur (growth-oriented) menuju penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented). (Dok. Jasa Marga)
Di kesempatan terpisah, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali hadir sebagai narasumber dalam acara Expert Sharing Session yang diselenggarakan di JMTC, pada Rabu (01/07) lalu. Kedua tokoh nasional tersebut membedah strategi mendalam mengenai tema "Upscaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems".
“Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang," kata Prof. Mohammed Ali Berawi.
Di samping mengoptimalkan JMTC, Jasa Marga terus meningkatkan layanan personalisasi untuk menjawab kebutuhan dan harapan pengguna jalan melalui aplikasi Travoy. Seluruh informasi yang dikelola JMTC juga dapat diakses pengguna jalan melalui aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi Travoy telah mencapai lebih dari 1,3 juta dengan monthly active user pada bulan Juli 2027 dengan lebih dari 130 ribu user.
"Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk memberikan experience yang lebih baik. Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy," ujar Prof. Rhenald Kasali.
Selain itu, Jasa Marga mentransformasikan layanan pusat panggilan dengan mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133 yang memperoleh predikat Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025. Jasa Marga juga merejuvenasi rest area sehingga tidak hanya sebagai tempat singgah (transit area), tetapi menjadi destinasi (destination area) yang menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol,” ujar Rivan.
Seluruh transformasi tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan positif yang berhasil dibukukan Jasa Marga pada awal tahun 2026. Pada Kuartal I 2026, Jasa Marga mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan dengan Kuartal I Tahun 2025. Capaian ini didukung penuh oleh kontribusi Pendapatan Tol senilai Rp4,7 triliun serta Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp397,6 miliar, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 9,4 persen dan 24,4 persen dari periode sebelumnya.