Prabowo Persilakan Kaji Ulang Anggaran Per Porsi MBG di 3T

- Presiden Prabowo meminta Badan Gizi Nasional mengkaji ulang kebijakan dan anggaran program Makan Bergizi Gratis, terutama untuk wilayah 3T agar sesuai kondisi daerah.
- Pemerintah memutuskan siswa dari keluarga desil 8–10 tidak lagi menerima manfaat MBG karena dianggap berasal dari keluarga mapan.
- Anggaran Rp15 ribu per porsi mencakup bahan baku, operasional, serta sewa alat masak, sementara PAUD hingga kelas 3 SD mendapat alokasi bahan baku Rp8 ribu.
Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsasri mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mempersilakan mengkaji ulang sejumlah kebijakan terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Poin pentingnya begini, Pak Presiden minta dikajilah benar-benar setiap kebijakan yang akan diambil, tidak perlu terburu-buru, itu pesan dari Pak Presiden, ya. Karena memang tidak mudah mengambil sebuah kebijakan untuk jutaan orang. Kan ini sudah 63 juta penerima manfaat, memang tidak mudah," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Agustina mengatakan, Presiden Prabowo juga mempersilakan kepada BGN apabila ingin mengkaji ulang anggaran per porsi Rp15 ribu untuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Termasuk tadi begini, ke daerah 3T ada di wilayah timur, silakan dikaji apakah sama nih dengan yang di Jawa Rp15 ribu? Silakan dikaji," kata dia.
1. Siswa berasal dari keluarga desil 8-10 tidak akan diberikan MBG lagi

Dalam ratas tersebut juga dibahas mengenai siswa yang berasal dari keluarga desil 8-10. Sebab, mereka dianggap keluarga mapan.
"Tadi ada diskusi-diskusi di dalam bahwa untuk mereka yang katakanlah ya ada di desil 8, 9, 10 yang mapan, kaya, kaya sekali gitu kan kalau desil 8, 9, 10, itu memang tidak akan diberikan lagi. Tetapi ada dinamika, bagaimana kalau sekolah itu katakanlah 50 persen, 50 persen ada di desil menengah 6 atau ke bawah, ada diskusi-diskusi," ucap dia.
2. Rincian Rp15 ribu untuk MBG

Sebelumnya, Nanik S. Deyang saat masih menjabat Wakil Kepala BGN, menjelaskan rincian mengapa anggaran MBG hanya Rp15 ribu per anak. Hal itu disampaikan Nanik saat menjadi pembicara di acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times dalam sesi bertajuk "Nutrisi Sehat, Ekonomi Lokal Melesat" pada Rabu (14/1).
"Rp15 ribu itu komponennya terdiri dari Rp10 ribu untuk bahan baku, untuk anak-anak SD kelas 3 sampai SLTA. Lalu, yang Rp3 ribu untuk operasional," kata Nanik.
Dia mengatakan, jatah Rp3 ribu digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti menggaji relawan, membayar listrik, sewa mobil, membeli air, dan gas.
"Lalu Rp2 ribu untuk apa? Orang bilang untuk kepentingan mitra. Saya luruskan, Rp2 ribu untuk menyewa tanah, bangunan, dan alat masak. Alat masaknya harus sesuai juknis," kata dia.
3. Anggaran untuk PAUD dan kelas 3 SD

Nanik mengatakan, alat masak untuk MBG berbeda dari apa yang biasa digunakan di rumah. Dengan demikian, ada keperluan untuk memakai alat makan modern dengan pedoman tertentu sekaligus untuk menyewa ompreng atau wadah makanan yang dipakai untuk MBG.
Sementara untuk PAUD hingga kelas 3 SD, kata Nanik, dibutuhkan Rp8 ribu untuk bahan bakunya. Oleh karena itu, jika ada sisa anggaran MBG, maka Kementerian Keuangan yang akan mengontrol langsung secara day to day di rekening virtual account Kepala SPPG dan pihak mitra. Kemudian pada akhir tahun, kata dia, sisa anggaran dikembalikan kepada Kementerian Keuangan.



















