Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jasa Marga Tanam 7.000 Pohon di Ruas Tol dan Rest Area

Jasa Marga Tanam 7.000 Pohon di Ruas Tol dan Rest Area
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasional sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. (dok. Jasa Marga)
Intinya Sih
5W1H
  • Jasa Marga menanam lebih dari 7.000 pohon di ruas tol dan rest area seluruh Indonesia sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
  • Perusahaan menerapkan sistem monitoring digital untuk memantau pertumbuhan pohon, mengukur jejak karbon, serta mendukung pengembangan Green Corridor berbasis data di seluruh wilayah operasionalnya.
  • Transformasi Travoy Rest dilakukan dengan penataan UMKM, peningkatan fasilitas publik, dan penghijauan area sehingga menciptakan ruang publik modern yang berkontribusi pada ekonomi serta lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan melalui berbagai program penghijauan dan transformasi rest area. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasional sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

1. Menanam lebih dari 7.000 pohon untuk memperkuat koridor hijau

WhatsApp Image 2026-06-25 at 2.00.13 PM.jpeg
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasional sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. (dok. Jasa Marga)

Sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga melakukan penanaman lebih dari 7.000 pohon di berbagai ruas tol dan rest area yang dikelola perusahaan.

Salah satu kegiatan seremoni dilakukan di Travoy Rest Area KM 792A Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur, dengan menanam 200 pohon pule. Jenis pohon ini dipilih karena memiliki kemampuan menyerap karbon yang baik, menghasilkan oksigen dalam jumlah tinggi, serta memiliki sistem perakaran yang kuat.

Menurut Rivan, program penghijauan tersebut merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat ekologis sekaligus mendukung implementasi aspek lingkungan dalam strategi bisnis perusahaan.

“Menanam pohon adalah bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Marga dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan para pemangku kepentingan terkait secara sustainable,” ujarnya.

2. Mengembangkan Green Corridor berbasis teknologi digital

WhatsApp Image 2026-06-25 at 1.48.28 PM.jpeg
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasional sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. (dok. Jasa Marga)

Tidak hanya melakukan penghijauan, Jasa Marga juga mulai menerapkan sistem monitoring digital untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih terukur.

Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memantau pertumbuhan pohon secara berkala, mengukur jejak karbon, hingga menghitung potensi penyerapan karbon atau carbon offset. Teknologi ini menjadi fondasi pengembangan program Green Corridor yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh lokasi penghijauan Jasa Marga Group.

Rivan menjelaskan bahwa pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan perusahaan mengukur dampak lingkungan secara lebih akurat.

“Program penghijauan yang dilakukan memiliki manfaat yang terukur di antaranya menghasilkan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan daya resap air, serta mampu memberikan pengukuran dampak lingkungan yang lebih akurat sebagai bukti nyata dari implementasi ESG Perseroan,” katanya.

Secara kumulatif, Jasa Marga telah menanam 14.267 pohon pada 2023, meningkat menjadi 50.762 pohon pada 2024, dan mencapai 31.130 pohon sepanjang 2025.

3. Transformasi Travoy Rest jadi ruang publik yang lebih hijau dan modern

IMG-20260226-WA0126.jpg
Ruas tol Semarang ABC. (IDN Times/Dok Humas Jasa Marga)

Selain memperkuat koridor hijau di sepanjang jalan tol, Jasa Marga juga melakukan revitalisasi kawasan Travoy Rest sebagai bagian dari pengembangan Green Toll Road.

Transformasi tersebut dilakukan melalui penataan tenant UMKM, pembaruan lanskap, peningkatan fasilitas umum, hingga penguatan kompetensi petugas layanan. Travoy Rest kini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti SPBU, SPKLU, ATM Center, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, area ibadah, restoran, hingga area duduk yang lebih nyaman.

Menurut Rivan, revitalisasi rest area tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan pengguna jalan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan optimalisasi aset perusahaan.

“Selain memperkuat koridor hijau di sepanjang jalan tol, Jasa Marga juga terus mentransformasikan kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan bernilai ekonomi. Revitalisasi Travoy Rest mengintegrasikan aspek pelayanan, pemberdayaan UMKM hingga keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Langkah tersebut turut berkontribusi terhadap kinerja bisnis perusahaan. Pada 2025, pendapatan usaha lain dari bisnis rest area tercatat mencapai Rp783,2 miliar atau tumbuh 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp643,6 miliar. (WEB)

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan

Related Articles

See More