Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi mantan presiden (IDN Times/Sukma Shakti)
  • Delapan presiden Indonesia memiliki jejak pendidikan beragam, mulai dari teknik sipil, konstruksi pesawat, kehutanan, pertanian, psikologi, pesantren, hingga pendidikan militer.

  • Soekarno meraih gelar insinyur dari THS Bandung, sementara BJ Habibie menempuh diploma hingga doktoral konstruksi pesawat di RWTH Aachen, Jerman.

  • Soeharto, SBY, dan Prabowo memiliki latar militer; Jokowi lulusan Kehutanan UGM, sedangkan Megawati serta Habibie pernah tidak menuntaskan studi awal di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1920

Soekarno lulus dari Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya.

25 Mei 1926

Soekarno meraih gelar insinyur dari Technische Hoogeschool di Bandung.

1941

Soeharto terpilih sebagai prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong.

1951–1954

BJ Habibie menempuh pendidikan menengah atas di SMA Kristen, Jalan Dago, Bandung.

1956–1965

BJ Habibie melanjutkan pendidikan diploma hingga doktoral konstruksi pesawat di RWTH Aachen, Jerman.

1971

Gus Dur bergabung dengan Fakultas Ushuluddin Universitas Tebu Ireng, Jombang.

akhir 1968

SBY menyelesaikan SMA dan sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITS karena terlambat mendaftar akademi militer.

1973

SBY lulus sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perjalanan pendidikan delapan presiden Indonesia, dari Soekarno hingga Prabowo Subianto, mencakup sekolah umum, teknik, pertanian, pesantren, hingga pendidikan militer.
  • Who?
    Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto.
  • Where?
    Pendidikan mereka ditempuh di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Jombang, Jakarta, Pacitan, dan Aceh, serta di Mesir dan Aachen, Jerman.
  • When?
    Rentang pendidikan berlangsung dari masa sekolah Soekarno hingga Prabowo; beberapa tahun yang tercatat antara lain 1920, 1926, 1941, 1951–1954, 1956–1965, 1971, dan 1973.
  • Why?
    Pendidikan tersebut ditempuh sebelum masing-masing tokoh menjadi presiden, sesuai pilihan studi dan perjalanan karier mereka di bidang teknik, keagamaan, pertanian, kehutanan, maupun militer.
  • How?
    Mereka menjalani pendidikan melalui sekolah dasar dan menengah, perguruan tinggi, pesantren, serta akademi militer; beberapa studi tidak diselesaikan, sementara lainnya berlanjut hingga gelar insinyur atau doktoral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Delapan presiden Indonesia punya sekolah yang berbeda-beda. Soekarno belajar teknik. Soeharto, SBY, dan Prabowo belajar militer. Habibie belajar membuat pesawat di Jerman. Gus Dur belajar di pesantren dan Mesir. Megawati pernah kuliah pertanian dan psikologi. Jokowi belajar kehutanan. Sekarang Prabowo adalah presiden kedelapan sejak 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jejak pendidikan para presiden memperlihatkan bahwa pengalaman belajar dan pembentukan kepemimpinan Indonesia tumbuh dari jalur yang beragam, mulai dari teknik, kehutanan, pertanian, pesantren, hingga pendidikan militer. Dokumentasi Perpusnas juga memberi ruang untuk melihat proses personal yang melatarbelakangi perjalanan mereka sebelum memimpin negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Masing-masing presiden di Indonesia memiliki perjalanan pendidikan yang berbeda, sebelum menduduki kursi kepemimpinan tertinggi di Tanah Air. Ada yang menempuh pendidikan teknik, pertanian, hingga akademi militer.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melalui laman Kepustakaan Presiden Republik Indonesia, mendokumentasikan profil dan perjalanan hidup kepala negara, mulai dari Presiden pertama Sukarno hingga Presiden kedelapan Prabowo Subianto.

Berikut jejak pendidikan delapan presiden Indonesia dari masa ke masa.

1. Sukarno

ilustrasi Presiden Sukarno (IDN Times/Candrika Ilham Wijaya)

Presiden pertama Indonesia, Sukarno, memulai pendidikan dasarnya di Surabaya. Dia kemudian melanjutkan sekolah ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya, dan lulus pada 1920.

Kemudian Sukarno pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Technische Hoogeschool (THS), yang saat ini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia mengambil jurusan teknik sipil dan berhasil meraih gelar insinyur (Ir.) pada 25 Mei 1926.

2. Soeharto

Presiden Soeharto bersama Prabowo Subianto; Titiek Soeharto; Didit Hediprasetyo; Presiden Kedua RI, Soeharto; dan istrinya; Siti Hartinah (Instagram/Prabowo)

Presiden kedua Indonesia, Soeharto, mulai bersekolah ketika berusia sekitar delapan tahun. Namun, pendidikannya beberapa kali berpindah mengikuti kondisi keluarga.

Awalnya, Soeharto bersekolah di Sekolah Desa Puluhan, Godean, Sleman, Yogyakarta. Ia kemudian pindah ke SD Pedes dan melanjutkan pendidikan di Wuryantoro.

Pada 1941, Soeharto terpilih sebagai prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah. Pendidikan tersebut merupakan awal perjalanan karier militernya, sebelum akhirnya bergabung dengan TNI.

3. BJ Habibie

Presiden ke-3 RI BJ Habibie. (Kemendikbud).

Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie. Ia memiliki latar belakang pendidikan teknik dan dikenal sebagai ahli pesawat terbang.

Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Habibie melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Kristen, Jalan Dago, Bandung, pada 1951–1954.

Setelah itu, Habibie menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (sekarang ITB), tetapi tidak menyelesaikannya.

Habibie kemudian melanjutkan pendidikannya ke Rhenisch Wesfalische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman, pada 1956–1965. Ia menempuh pendidikan diploma hingga doktoral di bidang konstruksi pesawat.

4. Gus Dur

Presiden keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, pada masa remajanya banyak dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan pendidikannya di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Gus Dur kemudian melanjutkan studi ke Mesir, dan kembali ke Indonesia setelah lulus, dan mengajar di Pondok Pesantren Jombang. Lalu, pada 1971, ia bergabung dengan Fakultas Ushuluddin Universitas Tebu Ireng, Jombang.

5. Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri (IDN Times/Aryodamar)

Presiden kelima sekaligus perempuan pertama yang memimpin Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menempuh pendidikannya di Perguruan Cikini, Jakarta, dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kemudian, berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Megawati sempat mengenyam pendidikan di Pertanian Unpad dan Psikologi UI, namun studi di dua kampus tersebut tidak terselesaikan akibat kondisi tekanan politik pada keluarga Sukarno pada era Orde Baru. 

6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memiliki latar belakang pendidikan militer. SBY menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Pacitan. Setelah menyelesaikan SMA pada akhir 1968, ia masuk akademi militer (Akmil).

Namun, karena terlambat mendaftar, SBY sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tidak lama kemudian, ia berhasil masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI/sekarang Akmil) dan tercatat sebagai lulusan terbaik pada 1973.

7. Joko "Jokowi" Widodo

Presiden Joko Widodo saat pelantikan Menteri dan Wakil Menteri di Istana Negara (IDN Times / Ilman Nafi'an)

Presiden ketujuh Indonesia, Joko "Jokowi" Widodo menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, mengambil jurusan di Fakultas Kehutanan.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Jokowi sempat bekerja di sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Provinsi Aceh. Setelah itu, Jokowi sempat bekerja di pabrik milik pamannya sebelum akhirnya merintis usaha mebel sendiri.

Perjalanan Jokowi tersebut menjadi latar belakang sebelum ia terjun ke dunia politik dan menjadi presiden selama dua periode, yakni 2014–2024.

Kendati, ijazah kuliah Jokowi di UGM belakangan digugat ke pengadilan, karena diduga ijazah Jokowi palsu. Hingga kini kasus ijazah Jokowi masih bersengketa di meja hijau.

8. Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prabowo Subianto merupakan Presiden kedelapan Indonesia yang mulai menjabat sejak 2024. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal memiliki perjalanan karier panjang di militer.

Laman Kepustakaan Presiden Perpusnas RI mencatat, perjalanan Prabowo sebagai mantan perwira TNI Angkatan Darat. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada 1996–1998, Panglima Kostrad pada 1998, serta Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI.

Prabowo kemudian menempuh perjalanan politik hingga terpilih sebagai Presiden RI periode 2024–2029, setelah empat kali Pilpres gagal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article