Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Puncak Haji, Seluruh Jemaah Reguler Tiba di Mekah
Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Minggu (19/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila)
  • Seluruh jemaah haji reguler Indonesia telah tiba di Makkah, menandai fase penting menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan layanan yang berjalan lancar dan tertib.
  • Kemenhaj bersama PPIH mematangkan persiapan Armuzna melalui penguatan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, serta imbauan agar jemaah menjaga stamina dan menghemat energi menjelang puncak ibadah.
  • Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural berhasil menggagalkan keberangkatan 32 WNI di Bandara Soekarno-Hatta yang hendak berhaji tanpa dokumen resmi, sebagai upaya menjaga keamanan dan legalitas ibadah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Semua orang Indonesia yang mau haji sudah sampai di Mekkah sekarang. Mereka dulu di Madinah, lalu naik bis ke sana. Ada banyak sekali orang dan petugas yang bantu. Sekarang semua lagi siap-siap buat ibadah besar di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pemerintah bilang semuanya berjalan baik dan minta jemaah jaga tenaga serta sehat selalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah haji reguler Indonesia yang sebelumnya berada di Madinah, kini telah tiba di Mekah, Arab Saudi. Fase ini menjadi penanda penting penguatan layanan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, mengatakan seluruh layanan haji Indonesia hingga hari ke-26 operasional berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Fokus pemerintah saat ini diarahkan pada kesiapan jemaah, petugas, dan seluruh layanan lapangan menjelang Armuzna.

"Alhamdulillah, seluruh jemaah haji reguler Indonesia kini telah berada di Makkah. Ini menjadi fase penting, karena seluruh energi layanan mulai difokuskan untuk memastikan jemaah siap menghadapi puncak ibadah haji dengan aman, tertib, dan nyaman," ujar Suci di Makkah, Sabtu (16/5/2026).

Sebagaimana diketahui, Armuzna jatuh pada 9-10 Zulhijah 1447 Hijriyah atau bertepatan dengan 26-27 Mei 2026.

1. Sebanyak 161.591 jemaah reguler tiba di Makkah

Para jemaah haji Indonesia, di kursi roda, melaksanakan shalat sunnah dan berdoa menghadap ke arah Kabah seusai menyelesaikan tawaf di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (6/5/2026). (Dok. MCH 2026)

Berdasarkan data operasional terakhir, sebanyak 430 kloter dengan 166.269 jemaah dan 1.717 petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Sementara, sebanyak 418 kloter dengan 161.591 jemaah dan 1.672 petugas telah tiba di Makkah. Sedangkan jemaah haji khusus, tercatat 11.739 jemaah telah tiba di Arab Saudi.

Suci menjelaskan, selesainya pergeseran jemaah dari Madinah ke Makkah juga diikuti pergeseran petugas untuk memperkuat layanan di Makkah dan Armuzna. Penguatan dilakukan pada layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pembinaan ibadah.

"Petugas bergerak mengikuti kebutuhan jemaah. Ketika seluruh jemaah terkonsentrasi di Makkah, maka penguatan layanan juga dipusatkan di Makkah dan Armuzna," jelasnya.

2. Kemenhaj matangkan persiapan Armuzna

Petugas berjaga di Terminal Ajyad, Mekah Arab Saudi, Minggu (3/5/2026). Terminal Ajyad menjadi salah satu dari tiga terminal layanan bus sholawat yang mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram (Dok. MCH 2026)

Kemenhaj bersama PPIH terus mematangkan kesiapan Armuzna, mulai dari finalisasi data manifest, pemetaan pergerakan jemaah, kesiapan bus, tenda, distribusi konsumsi, layanan kesehatan, hingga mitigasi perlindungan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi.

Menjelang Armuzna, Kemenhaj juga mengimbau jemaah mulai menghemat energi, menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar hotel, terutama pada siang hari.

"Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Armuzna membutuhkan stamina yang baik, karena itu jemaah perlu mengatur tenaga sejak sekarang dan tidak memaksakan diri," ujar Suci.

3. Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural cegah 32 jemaah haji nonprosedural di Soetta

Jemaah haji lanjut usia bernama Mbah Wardoyo menolak naik bus jika tidak bertemu dengan istrinya yang berada di rombongan lain, Jumat (15/05/2026) (Dok. MCH 2026)

Kemenhaj juga menegaskan komitmen mencegah praktik haji nonprosedural. Per 15 Mei 2026, Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural bersama unsur terkait telah mencegah keberangkatan 32 WNI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terindikasi akan berhaji tanpa prosedur dan dokumen resmi.

“Kami mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran haji nonprosedural. Ibadah haji wajib menggunakan visa haji resmi. Jangan mempertaruhkan keselamatan dan kepastian hukum hanya karena iming-iming berangkat cepat tanpa antrean,” tegas Suci.

Suci menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan jemaah Indonesia yang terus menjaga kedisiplinan serta mengikuti arahan petugas.

“Insya Allah, dengan kesiapan bersama, kedisiplinan jemaah, dan kerja sungguh-sungguh para petugas, kita songsong Armuzna dengan penuh kesiapan dan kekhusyukan. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberi kesehatan, kelancaran, dan meraih haji mabrur,” pungkasnya.

Editorial Team