Jepang Akhiri Misi Padamkan Karhutla, BNPB: Sesuai Jadwal Awal

BNPB menegaskan misi pemadaman karhutla Jepang berakhir 29 September 2026 sesuai jadwal, bukan dihentikan sepihak Indonesia; penanganan selanjutnya dilanjutkan pemerintah Indonesia.
Jepang mengerahkan tiga helikopter Chinook, menjalankan 40 operasi udara, dan menjatuhkan sekitar 220 ton air di Kalimantan; Indonesia mengapresiasi 361 personel bantuan tersebut.
Per 12 Oktober 2026, BNPB mencatat 639,23 hektare lahan masih terbakar, terutama di Kalimantan Tengah; pemerintah memprioritaskan penanganan di enam provinsi lahan gambut.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklarifikasi rumor di media sosial mengenai berakhirnya bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pemerintah Jepang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pasukan bela diri Jepang mengakhiri misinya pada 29 September 2026 sudah sesuai jadwal awal yang ditetapkan. Sehingga, misi mereka berakhir bukan lantaran disetop sepihak oleh pemerintah Indonesia.
"Karena memang mereka menjadwalkan (terlibat dalam pemadaman karhutla di Kalimantan) dari 9-29 September 2026," ungkap Berton kepada IDN Times lewat pesan pendek, Selasa (13/10/2026).
Berton mengatakan berakhirnya misi bantuan Jepang bukan berarti Indonesia sudah sepenuhnya bebas dari karhutla. Tetapi, itu merupakan berakhirnya penugasan bantuan internasional yang telah dilaksanakan sesuai koordinasii dan kesepakatan kedua negara.
Berton pun telah membaca keterangan yang disampaikan Kementerian Pertahanan Jepang yang dirilis pada 29 September 2026. Operasi bantuan pemadaman dilaksanakan pada 16 hingga 29 September 2026.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi karena dukungan itu (yang diberikan Jepang) telah membantu mencegah meluasnya kebakaran, sekaligus menyampaikan bahwa penanganan selanjutnya dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Indonesia," tutur dia.
1. Helikopter Chinook CH-47 sudah menjatuhkan 220 ton air

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB) Berton menjelaskan selama bertugas, Jepang mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook di Pulau Kalimantan. Mereka telah melakukan 40 operasi pemadaman udara dan menjatuhkan sekitar 220 ton air.
"Ini merupakan kontribusi yang sangat berarti dalam mendukung operasi pemadaman karhutla di Kalimantan," kata dia.
Berton mengatakan berakhirnya misi pemadaman karhutla sebagai bagian dari kerja sama kemanusiaan Indonesia dan Jepang, yang telah dilaksanakan sesuai kebutuhan serta koordinasi kedua negara. Indonesia tetap melanjutkan penanganan karhutla melalui kekuatan nasional, termasuk operasi satgas darat, dukungan udara, pemantauan titik api, serta langkah pencegahan dan pengendalian kebakaran berulang.
2. Indonesia sampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah Jepang

Helikopter Chinook CH-47 yang berada di kapal JS Kunisaki milik militer Jepang. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan) Berton menyebut usai misi kemanusiaan yang dilakukan Jepang berakhir, bukan berarti permasalahan karhutla telah selesai. Selama masih ada potensi kebakaran, khususnya di lahan gambut, upaya pemadaman dan pencegahan tetap harus dilakukan secara konsisten.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang dan seluruh personel yang telah membantu Indonesia. Kerja sama ini juga menjadi pengalaman penting dalam memperkuat koordinasi dan kapasitas penanganan bencana kedua negara ke depan," tutur dia.
Apresiasi itu diberikan secara langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada 361 personel Japan Disaster Relief dari Pasukan Bela Diri Jepang. Mereka berada di Pulau Kalimantan selama dua minggu untuk membantu memadamkan api.
"Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel dari Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF), yang telah memberikan dharma bakti dalam mendukung penanganan karhutla," ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Kamis, 1 Oktober 2026.
3. BNPB melaporkan masih ada 639,23 hektare lahan yang terbakar

Karhutla di Ketapang, api di bawah tanah. (IDN Times/istimewa). Sementara, Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto melaporkan pada Senin kemarin, 12 Oktober 2026 masih ada 639,23 hektare lahan yang masih terbakar dan tersebar di sejumlah provinsi. Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut mendengar laporan tersebut. Sebab, ia menduga jumlah lahan yang masih terbakar mencapai ratusan ribu hektare.
"Yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan jumlahnya adalah 639,23 hektare. Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan," ujar Suharyanto dalam laporannya yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menambahkan pemerintah masih fokus penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. "Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi Bapak Presiden. Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau," kata jenderal bintang tiga itu.





















