BPBD Kabupaten Karawang merespons krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda dengan mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jumat (12/6/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Karawang)
Peristiwa kekeringan pertama terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang berdampak pada 120 jiwa di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan 398 jiwa di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi.
Hingga Jumat, 12 Juni 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak, serta melakukan koordinasi lintas sektor secara berkala, untuk memantau kondisi dan memastikan pasokan sumber air tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.
"Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (14/6/2026).
Muhari menjelaskan sebanyak 372 jiwa terdampak kekeringan di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. BPBD Kabupaten Karawang telah menyalurkan bantuan air bersih dengan mengerahkan dua unit mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Selain itu, kekeringan juga melanda dua desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. BPBD Kabupaten Bogor melaporkan 517 jiwa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, dan 217 jiwa di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, terdampak kekeringan.
"BPBD terus menyalurkan air bersih serta mengisi penampungan dan toren warga terdampak. Pada Jumat (12 Juni 2026), penyaluran kembali dilakukan sebanyak 5.000 liter ke dua desa tersebut," ujar Muhari.