Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cetak Sejarah, Vietnam Sukses Lakukan Transplantasi Penis Pertama

Cetak Sejarah, Vietnam Sukses Lakukan Transplantasi Penis Pertama
Ilustrasi tindakan medis (Unsplash.com/Husien Bisky)
Intinya Sih
  • Rumah Sakit Persahabatan Viet Duc mengumumkan transplantasi penis pertama di Vietnam pada 29 Juli 2026, menggunakan organ dari pendonor yang telah dinyatakan mati otak.
  • Penerima berusia 43 tahun sebelumnya menjalani amputasi sebagian penis; sisa organ yang pendek mengganggu fungsi seksual, kesehatan mental, dan kualitas hidupnya.
  • Operasi memakai bedah mikro untuk menyambungkan uretra, pembuluh darah, dan saraf. Tujuh hari kemudian, aliran darah organ lancar tanpa komplikasi awal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rumah Sakit Persahabatan Viet Duc mengumumkan keberhasilan operasi transplantasi penis pertama di Vietnam pada Rabu (29/7/2026). Prosedur medis ini memanfaatkan organ dari pendonor yang telah dinyatakan mati otak.

Keberhasilan operasi tersebut menjadi pencapaian baru bagi dunia kedokteran Vietnam di bidang transplantasi organ dan bedah rekonstruksi. Langkah ini sekaligus membuka harapan penanganan bagi pasien yang kehilangan organ akibat cedera maupun tindakan medis.

1. Pasien jalani transplantasi setelah mengalami amputasi sebagian organ

ilustrasi operasi, dokter bedah
ilustrasi operasi, dokter bedah (magnific.com/stefamerpik)

Penerima donor merupakan seorang pria berusia 43 tahun yang pernah menjalani pemotongan (amputasi) sebagian penis di Pusat Andrologi. Kondisi kesehatannya tergolong stabil dan fungsi buang air kecilnya tetap terjaga selama empat tahun setelah operasi tersebut.

Namun, kondisi sisa organ yang sangat pendek membuat pasien mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi seksual. Hal tersebut berdampak buruk pada kesehatan mental dan kualitas hidupnya.

"Pasien cenderung menarik diri, enggan keluar rumah, dan menghindari interaksi sosial karena merasa kesulitan menjalani aktivitas fisik harian secara normal," kata Direktur Rumah Sakit Viet Duc, Duong Duc Hung.

Sebelum operasi digelar, tim medis menjalankan serangkaian pemeriksaan fisik, laboratorium, hingga psikologis. Tahapan ini dilakukan guna memastikan pasien memenuhi standar medis dan etika sebagai penerima donor.

2. Penerapan teknik bedah mikro dalam operasi

operasi mata oleh tim dokter spesialis
ilustrasi operasi mata oleh tim dokter spesialis (pexel.com/Raul Infante Gaete)

Tim dokter melakukan rekonstruksi menyeluruh pada struktur organ, meliputi saluran kemih (uretra), korpus spongiosum, dan korpora kavernosa. Seluruh proses operasi memanfaatkan teknik bedah mikro untuk menyambungkan pembuluh darah dan saraf yang berukuran sangat kecil.

"Dalam tindakan ini, kami menyusun kembali struktur organ dan menyambungkan pembuluh darah arteri, vena, serta saraf yang sangat kecil menggunakan teknik bedah mikro," ujar Direktur Pusat Andrologi Nguyen Quang.

Prosedur ini juga menerapkan protokol transplantasi modern, mulai dari tes kecocokan imun hingga pemberian terapi pencegah penolakan organ. Aliran darah pada organ donor terus dipantau secara berkala melalui pemeriksaan klinis dan USG Doppler usai tindakan dilakukan.

3. Kondisi pasien stabil setelah operasi berlangsung

Ilustrasi operasi oleh dokter
Ilustrasi operasi oleh dokter (Unsplash/Jonathan Borba)

Tujuh hari pascaoperasi, tim medis melaporkan kondisi pasien terus menunjukkan perbaikan. Organ hasil transplantasi memiliki aliran darah yang lancar tanpa adanya tanda komplikasi awal maupun penyumbatan pembuluh darah.

"Ini merupakan transplantasi penis pertama di Vietnam yang menggunakan organ dari pendonor mati otak, sekaligus menandai kemajuan baru bagi dunia bedah di negara ini," tutur Duong Duc Hung.

Tim dokter akan terus memantau pemulihan fungsi saraf, sensitivitas, hingga kemampuan ereksi pasien dalam jangka panjang. Prosedur transplantasi organ ini masih sangat jarang dilakukan di dunia, sehingga keberhasilannya menjadi capaian penting bagi pengembangan medis di Vietnam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More