Jakarta, IDN Times - Angka kematian akibat polusi udara di Indonesia melonjak sebesar 42 persen pada September di tengah keengganan pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
Berdasarkan data dari Centre Free Research on Energy and Clean Air, asap karhutla diperkirakan menyebabkan 3.560 kematian pada bulan September saja, sementara polusi perkotaan yang berkepanjangan menyumbang 1.750 kematian.
"Temuan utama angka kematian akibat polusi udara di Indonesia melonjak 42 persen dari perkiraan 3.740 jiwa pada bulan Agustus menjadi 5.310 jiwa pada bulan September, yang utamanya dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan korban jiwa mencapai 3.560 orang pada bulan September saja," tulis Centre Free Research on Energy and Clean Air, dalam laporan, Senin (2/11/2026).