Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapolsek Dramaga Nyamar Jadi Ustaz, Bongkar Ribuan Obat Terlarang di Bogor
Penangkapan Pelaku Pengedar Ribuan Obat di Bogor oleh Polsek Dramaga. Istimewa
  • Kapolsek Dramaga Iptu Am. Zalukhu menyamar sebagai ustaz untuk mengungkap peredaran obat keras daftar G di wilayah Laladon, Ciomas, Bogor.
  • Dua pengedar asal Aceh berinisial W dan J ditangkap dengan barang bukti 1.125 butir obat terlarang, tiga ponsel, dan uang tunai Rp439.500.
  • Polisi mengapresiasi laporan warga yang membantu pengungkapan kasus ini serta mengimbau masyarakat terus berani melapor demi memutus rantai penyalahgunaan narkoba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
16 April 2026

Sekitar pukul 11.30 WIB, Kapolsek Dramaga Iptu Am. Zalukhu menyamar sebagai ustaz bersama tim untuk membongkar peredaran obat keras di Laladon, Ciomas. Dua pengedar asal Aceh ditangkap dengan barang bukti 1.125 butir obat terlarang.

kini

Kedua pelaku telah dibawa ke Mapolsek Dramaga untuk pemeriksaan awal sebelum kasus dilimpahkan ke Unit Narkoba Polres Bogor. Polisi mengimbau masyarakat terus melapor jika menemukan penyalahgunaan narkoba.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pengungkapan kasus peredaran obat keras daftar G di wilayah Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, dengan penyamaran Kapolsek Dramaga sebagai ustaz dan penangkapan dua pengedar beserta ribuan butir obat terlarang.
  • Who?
    Kapolsek Dramaga Iptu Am. Zalukhu bersama Unit Reskrim Polsek Dramaga menangkap dua pengedar asal Aceh berinisial W (22) dan J (20) setelah menerima laporan dari warga setempat.
  • Where?
    Penangkapan dilakukan di sekitar Terminal Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Barang bukti dan pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Dramaga untuk pemeriksaan awal.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 11.30 WIB saat operasi penyamaran dilakukan oleh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polsek Dramaga.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai penyalahgunaan tramadol serta memberantas peredaran obat keras yang meresahkan warga di kawasan tersebut.
  • How?
    Iptu Am. Zalukhu menyamar sebagai ustaz bersama timnya guna melakukan pengintaian tanpa diketahui identitasnya. Dari hasil operasi itu disita 1.125 butir obat keras lintas jenis
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak polisi di Bogor pura-pura jadi ustaz supaya bisa tangkap orang jahat yang jual obat berbahaya. Ada dua orang muda dari Aceh yang ditangkap. Polisi ambil banyak sekali obat dan uang dari mereka. Sekarang dua orang itu dibawa ke kantor polisi, dan polisi mau cari tahu lebih banyak lagi tentang kasusnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Aksi penyamaran Kapolsek Dramaga sebagai ustaz menunjukkan kreativitas dan dedikasi aparat dalam melindungi masyarakat dari peredaran obat terlarang. Keberhasilan operasi ini juga mencerminkan sinergi positif antara polisi dan warga, di mana laporan masyarakat menjadi kunci pengungkapan kasus. Kolaborasi semacam ini memperlihatkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum yang responsif dan berani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Aksi unik dilakukan oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Dramaga pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB demi memberantas peredaran obat keras daftar G di wilayah Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor. Kapolsek Dramaga Iptu Am. Zalukhu menyamar jadi seorang ustaz.

Strategi ini dilakukan setelah polisi menerima laporan warga soal penyalahgunaan tramadol. Hasilnya, dua pengedar asal Aceh berinisial W (22) dan J (20) berhasil diringkus beserta 1.125 butir obat terlarang.

“Dalam penyamaran, saya mengubah tampilan menjadi ustaz bersama tim. Hal itu kami lakukan agar pelaku maupun masyarakat tidak mengetahui identitas kami saat melakukan pengintaian,” ungkap Zalukhu.

1. Kronologi penangkapan berawal dari aduan masyarakat

Ilustrasi penangkapan (Foto: IDN Times)

Polisi bergerak cepat setelah mendapatkan informasi akurat dari warga mengenai adanya pemuda yang mengonsumsi obat keras. Dari satu titik itulah, petugas melakukan pengembangan hingga mengarah ke bandar di Terminal Laladon.

“Awalnya kami menerima informasi dari warga mengenai adanya seseorang yang diduga mengonsumsi tramadol. Dari situ, anggota langsung mengamankan yang bersangkutan dan melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil menangkap dua terduga pelaku penjual di sekitar Terminal Laladon,” ujar dia.

2. Total 1.125 butir obat keras lintas jenis berhasil disita

Ilustrasi obat terlarang (Pixabay.com/Pexels)

Operasi ini tidak sia-sia, polisi berhasil mengamankan ribuan butir obat terlarang siap edar. Selain obat-obatan, petugas juga menyita alat komunikasi dan uang hasil penjualan dari tangan para pelaku.

“Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 226 butir Exymer, 487 butir Tramadol, 184 butir obat warna kuning, dan 228 butir obat warna putih. Total keseluruhan 1.125 butir obat keras, tiga unit handphone, serta uang tunai Rp439.500,” jelasnya.

3.

Ilustrasi identitas diri (pexels.com/Pixabay)

Iptu Zalukhu sangat mengapresiasi keberanian warga yang mau melapor. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut bersuara demi memutus rantai peredaran narkoba demi menyelamatkan generasi muda.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, segera laporkan. Identitas pelapor akan kami jaga kerahasiaannya. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menyelamatkan generasi dari ancaman narkoba,” imbaunya.

Saat ini, kedua pelaku telah dibawa ke Mapolsek Dramaga untuk pemeriksaan awal sebelum kasusnya dilimpahkan ke Unit Narkoba Polres Bogor untuk pengembangan lebih lanjut.

Editorial Team