Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemendiktisaintek: Penutupan Program Studi Opsi Terakhir
ilustrasi kampus/universitas (IDN Times/Muhammad Surya)
  • Kemdiktisaintek menegaskan penutupan program studi hanya jadi opsi terakhir jika hasil evaluasi menunjukkan prodi tak memenuhi standar mutu dan tak bisa lagi dikembangkan.
  • Evaluasi prodi mencakup kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, kontribusi keilmuan, serta relevansi dengan kebutuhan nasional; fokus utama diarahkan pada transformasi dan penguatan kurikulum berbasis kompetensi.
  • Pemerintah akan mengkaji ulang keberlanjutan sejumlah prodi dan berpotensi menutup yang dinilai tidak relevan agar pendidikan tinggi lebih selaras dengan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menyatakan bahwa penutupan program studi merupakan opsi terakhir setelah evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan pendekatan utama pemerintah adalah transformasi program studi melalui penguatan kurikulum dan kolaborasi riset.

2045

Badri Munir Sukoco menyebut penataan program studi diharapkan menjadi jalan menuju Indonesia Emas 2045, dengan lulusan yang mampu berinovasi dan menjawab tantangan bangsa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa penutupan program studi hanya menjadi opsi terakhir setelah evaluasi menyeluruh terhadap mutu dan keberlanjutan akademik.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mewakili kementerian dalam kebijakan penataan program studi di perguruan tinggi.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta dan juga melalui kanal YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN).
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 27 April 2026.
  • Why?
    Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan setiap program studi memenuhi standar mutu, relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
  • How?
    Kemdiktisaintek melakukan evaluasi komprehensif terhadap prodi berdasarkan kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, kontribusi keilmuan, serta mendorong transformasi kurikulum berbasis kompetensi dan kolaborasi riset.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah bilang kalau tutup jurusan kuliah itu cuma pilihan terakhir. Katanya, jurusan bisa ditutup kalau sudah tidak bagus lagi dan tidak bisa diperbaiki. Pak Badri dari Kemdiktisaintek yang ngomong begitu. Sekarang mereka mau lihat semua jurusan supaya lebih baik, biar anak kuliah bisa belajar hal yang berguna untuk masa depan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Kemdiktisaintek menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui pendekatan transformasi, bukan sekadar penutupan program studi. Dengan menekankan evaluasi menyeluruh dan kolaborasi antara kampus, industri, serta masyarakat, kebijakan ini mencerminkan upaya serius membangun ekosistem akademik yang relevan, adaptif, dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu serta pembangunan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa penutupan program studi bukan pilihan utama. Namun, itu diklaim hanya jadi opsi terakhir.

"Kemdiktisaintek menegaskan bahwa penutupan program studi bukanlah pilihan utama. Penutupan hanya menjadi opsi terakhir apabila suatu program studi berdasarkan evaluasi menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan atau transformasi," ujar Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco melansir ANTARA, Senin (27/4/2026).

1. Kemendikti klaim tak berpikiran sempit

Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukonco. (YouTube/Kemendukbangga/BKKBN)

Badri mengatakan evaluasi program studi dilakukan bukan hanya dengan melihat aspek peminatan atau serapan kerja, tetapi juga kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, keberlanjutan akademik, kontribusi keilmuan, kebutuhan strategis nasional, dan pemerataan pembangunan daerah.

Menurutnya, pendekatan utama yang didorong Kemdiktisaintek adalah transformasi program studi. Langkah tersebut mencakup penguatan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan program lintas disiplin, skema major-minor, peningkatan kolaborasi riset, serta penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan masa depan.

"Pemerintah tidak memandang pendidikan tinggi secara sempit sebagai penyedia tenaga kerja, melainkan sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, kebudayaan, kepemimpinan, dan solusi bagi masyarakat," ujarnya.

2. Penataan program studi diharapkan menjadi jalan untuk Indonesia emas

Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Badri Munir (tengah). (IDN Times/Khusnul Hasan)

Badri menyebut Kemdiktisaintek terus mendorong keterkaitan yang sehat antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan, membangun inovasi, dan menjawab tantangan bangsa.

"Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, penataan program studi diharapkan menjadi jalan untuk memastikan bonus demografi benar-benar menjadi lompatan kemajuan menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

3. Kemendikti sebut bakal tutup sejumlah program studi

ilustrasi kampus/universitas (IDN Times/Muhammad Surya)

Sebelumnya, Badri Munir Sukoco sempat mengatakan, pemerintah bakal mengkaji ulang pembukaan dan keberlanjutan prodi di perguruan tinggi.

Dalam proses tersebut, tidak menutup kemungkinan sejumlah prodi akan ditutup apabila dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan pembangunan ke depan.

"Ada kerelaan atau mungkin ada beberapa hal yang nanti akan kita eksekusi tidak terlalu lama terkait prodi, prodi akan kita pilih-pilah atau kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi ini dan sebenernya yang dibutuhkan prodi apa ke depan, itu yang akan kita susun bersama," kata Badri dikutip dari YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Senin (27/4/2026).

Editorial Team