Usai Nonton Children of Heaven, AHY Minta Kader Donasikan Sepatu Anak

- Usai menonton film Children of Heaven, AHY menginstruksikan kader Partai Demokrat mendonasikan sepatu anak untuk membantu pelajar kurang mampu di berbagai daerah.
- Film adaptasi karya Hanung Brahmantyo itu telah ditonton 900 ribu penonton sejak rilis, dan produser Manoj Punjabi berharap jumlahnya segera tembus satu juta.
- AHY mengapresiasi kemajuan perfilman Indonesia yang kini mampu bersaing dengan film luar negeri serta mengajak masyarakat terus mendukung karya lokal.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan kadernya mendonasikan sepatu anak untuk dibagikan kepada anak-anak sekolah yang tidak mampu. Instruksi itu disampaikan usai nonton bersama film besutan Hanung Brahmantyo yang berjudul 'Children of Heaven' di area Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/6/2026). Film itu diadaptasi dari film legendaris Iran tahun 1997 karya Majid Majidi.
Film berdurasi 97 menit itu mengisahkan dua kakak beradik dari keluarga sangat miskin yang tinggal di pinggiran kali Semarang, bernama Ali dan Zahra. Mereka terpaksa bergantian memakai sepasang sepatu. Sebab, sepatu Zahra hilang. Sedangkan, ibu mereka sedang sakit. Sang ayah dililit utang.
Usai menonton film tersebut, pria yang akrab disapa AHY itu baru menyadari tidak semua anak di Tanah Air memiliki sepatu yang layak. Apalagi sudah ada preseden seorang pelajar SMK di Samarinda yang terpaksa mengenakan sepatu yang berukuran kecil dalam jangka waktu yang lama. Alhasil, kakinya mengalami infeksi dan berujung meninggal dunia.
"Ini baru mulai akan kami gerakan, dimulai dari kami-kami dulu yang baru menyaksikan (film Children of Heaven) dan akhirnya kami terinspirasi. Oh, ya benar juga, masih ada anak-anak kita ke sekolah belum memiliki sepatu yang layak," ujar AHY ketika menjawab pertanyaan IDN Times.
Sepatu, kata, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator di Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan itu, merupakan kebutuhan yang penting bagi para pelajar. Kolega dan keluarga yang mendampingi AHY tergerak untuk membantu.
"Tadi saya mengajak para kader yang memiliki kelebihan, merasa bersyukur dan beruntung, ayo kita peduli dan berbagi ke sesama," tutur dia.
1. AHY kisahkan SBY juga lahir dari keluarga sederhana di Pacitan

AHY turut mengajak keluarga untuk menonton film Children of Heaven di bioskop. Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Annisa Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono terlihat ikut mendampingi AHY.
Di momen itu, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) tersebut mengisahkan film Children of Heaven mengajarkan publik untuk berempati ketika menyaksikan kondisi keluarga lain yang mengalami kesulitan ekonomi. Itu sebabnya meski film tersebut diadaptasi dari film tahun 1997, nilai-nilai moralnya masih relevan hingga kini.
"Sebab, kita masih melihat sisi-sisi kehidupan seperti itu (yang ada di film) di sana-sini," katanya.
Ia juga mengambil contoh kisah hidup SBY yang lahir dari keluarga sederhana di Kabupaten Pacintan. Kabupaten itu memiliki medan yang menantang, mulai dari bebatuan hingga tanahnya tandus.
"Masyarakat ketika itu masih banyak dalam keadaan miskin dan tak mampu," imbuhnya.
Situasi yang dialami oleh Ali dan Zahra, kata AHY, juga dialami oleh SBY. Ayahnya sempat menginginkan sepatu olahraga tetapi tidak terwujud. Sebab, kedua orang tuanya kala itu tidak mampu secara ekonomi.
2. Film Children of Heaven sudah ditonton oleh 900 ribu penonton

Sementara, CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi mengucapkan terima kasih kepada AHY karena mengadakan nonton bersama film Children of Heaven. Film adaptasi dari Iran tersebut diproduksi oleh MD Entertainment, milik Manoj.
Ia mengatakan sejak tayang di bioskop pada 27 Mei 2026 lalu hingga saat ini, film tersebut sudah ditonton oleh 900 ribu penonton. Ia pun berharap film Children of Heaven bisa mencapai 1 juta penonton.
"Saat ini, film tersebut sudah mencapai 900 ribu (penonton). Mudah-mudahan menuju ke satu juta penonton. Harapan saya kita bisa buat film lebih baik lagi," kata Manoj.
Ia juga membocorkan hingga pertengahan 2026, sudah ada 14 film Indonesia yang telah menembus jumlah penonton 1 juta. Bahkan, capaian tersebut belum dicapai oleh film produksi Hollywood yang masuk di Tanah Air.
"Jadi, ini sesuatu yang luar biasa bahwa penonton di Indonesia menikmati film Indonesia," imbuhnya.
3. AHY berharap publik terus menonton film-film Indonesia

Ketika mendengar pemaparan dari Manoj Punjabi mengenai capaian film Indonesia, AHY merasa bangga. Sebab, film Indonesia bisa jadi tuan rumah di negara sendiri. Ia pun mengajak publik untuk terus menonton film-film Indonesia.
"Saya mengapresiasi industri perfilman Indonesia yang semakin maju dan dicintai masyarakat luas. Bahkan, bisa mendominasi bioskop di Tanah Air. Padahal, dulu didominasi film barat. Ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan," ungkap AHY.
















