Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenhut-AFoCO Dorong Pengembangan Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan pertemuan dengan Direktur Eksekutif Asia Forest Cooperation Organization (AFoCO), Park Chongho pada Rabu (1/4/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Pertemuan Kemenhut dan AFoCO membahas penguatan kerja sama strategis di bidang kehutanan, termasuk proyek karbon, rehabilitasi lahan, serta pemberdayaan masyarakat dalam rangka diplomasi hijau Indonesia-Korea.
  • AFoCO mengapresiasi kontribusi aktif Indonesia sejak 2019 dan membuka peluang pendanaan internasional melalui akreditasi Green Climate Fund untuk mendukung proyek kehutanan berkelanjutan di Indonesia.
  • Menhut mengusulkan penempatan Utusan Tetap di kantor pusat AFoCO serta kolaborasi dalam pengelolaan Hutan Adat dan pemberdayaan masyarakat pemegang izin Perhutanan Sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan pertemuan dengan Direktur Eksekutif Asia Forest Cooperation Organization (AFoCO), Park Chongho pada Rabu (1/4/2026).

Menhut menjelaskan, pertemuan ini dalam rangka memperkuat kerja sama strategis di bidang kehutanan, khususnya dalam pengembangan proyek karbon, rehabilitasi lahan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pertemuan Kemenhut-AFoCO merupakan upaya diplomasi hijau dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea, khususnya dalam mendorong kerja sama strategis di sektor kehutanan, termasuk organisasi kerjasama internasional yang berkantor pusat di Korea,” ujarnya.

1. AFoCO mengapresiasi peran aktif Indonesia sebagai anggota sejak 2019

Menteri Kehutanan (Mengut) Raja Juli Antoni, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Ishihara Hirotaka, di Tokyo, Selasa (31/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Dalam pertemuan tersebut, AFoCO menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia sebagai anggota sejak 2019. Keanggotaan Indonesia dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan profil sektor kehutanan Indonesia di tingkat regional serta menjadi sarana efektif untuk mengampanyekan pembangunan kehutanan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif AFoCO menekankan peluang besar kerja sama ke depan, khususnya dalam pengembangan proyek karbon (carbon project) di Indonesia. Potensi ini mencakup kawasan Perhutanan Sosial, Taman Nasional, serta area konsesi yang memerlukan dukungan dalam penyiapan proyek dan dokumen sertifikasi karbon.

“Selain itu, AFoCO saat ini tengah mengembangkan skema pendanaan campuran (blended finance) untuk mendukung kegiatan penanaman kembali lahan terdegradasi yang dapat diklaim sebagai proyek karbon,” ujar Menhut.

2. AFoCO terakreditasi pada Green Climate Fund

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut) melaksanakan pertemuan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) pada hari ini (30/3/2026). (Dok. Kemenhut)

AFoCO juga menyampaikan bahwa organisasinya telah memperoleh status sebagai entitas terakreditasi pada Green Climate Fund, sehingga membuka peluang lebih luas bagi Indonesia untuk mengakses pendanaan internasional dalam pengembangan proyek kehutanan berkelanjutan.

Selain itu, AFoCO saat ini telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Rabobank untuk pengembangan proyek agroforestry carbon di kawasan Asia Pasifik, yang diharapkan dapat direplikasi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menhut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi aktif dalam pengembangan AFoCO, sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan hutan tropis terluas di Asia.

“Kemenhut berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan AFoCO dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan proyek karbon yang memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” ujar Menhut.

3. Menhut usul penguatan kelembagaan melalui penempatan Utusan Tetap

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut) melaksanakan pertemuan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) pada hari ini (30/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Sebagai langkah konkret, Menteri Kehutanan mengusulkan penguatan kelembagaan melalui penempatan Utusan Tetap (Permanent Representative) dari Kementerian Kehutanan di kantor pusat AFoCO guna meningkatkan efektivitas koordinasi dan komunikasi antar lembaga.

Lebih lanjut, Kementerian Kehutanan juga mengundang AFoCO untuk mendukung pengelolaan Hutan Adat seluas 1,4 juta hektare yang telah ditargetkan untuk dikelola dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, dukungan AFoCO diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat pemegang izin Perhutanan Sosial, khususnya dalam mengatasi tantangan akses pendanaan awal dan pendampingan teknis dalam penyusunan program kegiatan.

“Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara Indonesia dan AFoCO untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis kehutanan,” ujar Menhut.

Editorial Team