Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan ini dalam rangka penyidikan dugaan kasus korupsi, suap, gratifikasi, hingga pencucian uang.
Jampidsus Respons Isu Mundur: Saya Masih Diperintahkan Selesaikan Perkara

Jampidsus Febrie Adriansyah menegaskan dirinya belum mundur dan masih menerima perintah menyelesaikan berkas perkara dari pimpinan Kejaksaan Agung.
Febrie menyebut masih memprioritaskan penyelesaian perkara yang menjadi perhatian publik agar segera dilimpahkan ke pengadilan.
Isu mundurnya mencuat setelah Polri melalui Kortastipidkor menggeledah beberapa lokasi terkait, termasuk restoran di Cipete dan rumah di Sentul.
Jakarta, IDN Times - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah merespons isu mundur dari jabatannya. Ia menegaskan hingga pagi tadi masih menerima perintah menyelesaikan berkas perkara.
"Saya masih pagi tadi menerima perintah-perintah untuk segera menyelesaikan pemberkasan penanganan perkara yang memang waktunya singkat, yang terbatas di waktu penahanan," ujar Febrie dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
"Sehingga perintah itu tadi sudah kita jabarkan untuk memprioritaskan mana-mana perkara yang menjadi perhatian masyarakat untuk segera bisa kita berkas dan kita sidangkan," lanjutnya.
Sebelumnya, nama Febrie menjadi sorotan setelah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggeledah sejumlah lokasi. Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah kafe de’Clan dan Koin Money Changer di Jakarta Selatan (8/7/2026).
“Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian Kepolisian untuk melakukan pengungkapan dan proses penyidikan,” kata Budi di lokasi.














