“Ukraina berkontribusi pada keamanan transatlantik dan Sekutu bersatu dalam dukungan teguh kami untuk Ukraina dalam membela kebebasan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya,” demikian bunyi pernyataan resmi 32 negara NATO yang dirilis dalam konferensi tingkat tinggi NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026), seperti dilansir The Strait Times.
NATO Komitmen Beri Bantuan Militer ke Ukraina sampai 2027

- NATO sepakat memberikan bantuan militer senilai 70 miliar euro kepada Ukraina hingga 2027 untuk memperkuat pertahanan melawan Rusia.
- Bantuan berasal dari kontribusi sukarela negara anggota NATO sebesar 40 miliar euro dan pinjaman Bank Uni Eropa senilai 30 miliar euro.
- Presiden Volodymyr Zelenskyy menyambut baik dukungan tersebut di tengah serangan intens Rusia yang telah berlangsung selama empat tahun.
Jakarta, IDN Times - Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berkomitmen untuk memberi bantuan militer kepada Ukraina hingga 2027 mendatang. Bantuan militer tersebut bernilai 70 miliar euro atau setara Rp14,4 kuadriliun. Bantuan militer ini bertujuan untuk membantu Ukraina melawan pasukan Rusia. Sebab, hingga kini, Ukraina masih berperang dengan Rusia.
1. Bantuan terdiri dari bantuan sukarela dan pinjaman dari bank Uni Eropa

Bantuan militer sebesar 70 miliar euro tadi merupakan akumulasi dari dua sumber dana. Dana pertama bersumber dari bantuan tahunan negara NATO sebesar 40 miliar euro atau Rp827,5 triliun yang diberikan secara sukarela ke Ukraina. Sementara itu, dana kedua bersumber dari pinjaman Bank Uni Eropa sebesar 30 miliar euro atau Rp629,5 triliun.
Pada 2025, NATO sebetulnya juga mengadakan KTT di The Hague, Belanda. Namun, kala itu, negara-negara NATO tidak menjanjikan bantuan militer apa pun untuk Ukraina. Mereka hanya berjanji akan membantu Ukraina dalam mencapai kesepakatan damai dengan Rusia agar perang bisa segera berakhir.
2. Zelenskyy menyambut baik bantuan militer dari NATO

Janji NATO untuk memberi bantuan militer ke Ukraina ini disambut baik oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy. Sebab, Zelenskyy sudah lama mengharapkan bantuan ini karena Ukraina sudah kehabisan kekuatan militer untuk melawan serangan pasukan Rusia. Apalagi, selama beberapa hari terakhir, Moskow juga makin intens melakukan serangan ke kota-kota besar yang ada di Ukraina.
“Tolong bantu kami mendapatkan lebih banyak rudal pertahanan udara. Ini adalah prioritas utama kami saat ini. Kami mampu melakukan semua hal lainnya sendiri. Namun, dalam hal pertahanan udara, kami membutuhkan tekad dari para mitra kami,” ujar Zelensky dilansir Politico.
3. Rusia masih menyerang Ukraina meski perang sudah berjalan empat tahun

Hingga saat ini, pasukan militer Rusia masih menyerang Ukraina. Padahal, sejak 22 Februari lalu, perang di antara kedua negara sudah genap berjalan selama empat tahun. Serangan terakhir Rusia ke Ukraina terjadi pada Rabu (8/7/2026) malam waktu setempat. Kala itu, Rusia meluncurkan serangan menggunakan puluhan drone di Negara Bagian Kharkiv. Dilansir Anadolu Agency, serangan tersebut menewaskan 2 orang dan melukai 42 lainnya.
Selain di Kharkiv, serangan Rusia juga menyasar Ibu Kota Kyiv. Menurut otoritas setempat, serangan tersebut menewaskan 2 orang dan melukai 9 lainnya. Menurut Dinas Situasi Darurat Kyiv, serangan tersebut juga menyebabkan kebakaran hebat di sejumlah bangunan.



















