Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkes Temukan 174.694 Kasus ISPA Akibat Karhutla
Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Kemenkes menemukan 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sejak 18 Agustus 2026 hingga 21 September 2026.

  • Sebanyak 40.363 kasus ISPA dari total temuan dialami oleh balita.

  • Kemenkes menyalurkan logistik kesehatan, menyiapkan pengujian kualitas udara, serta merekomendasikan pertimbangan PJJ bagi sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
18 Agustus 2026 hingga 21 September 2026

Kemenkes menemukan 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla. Sebanyak 40.363 kasus dialami balita.

21 September

Tercatat 4.522 kasus ISPA.

Selasa (22/9/2026)

Then Suyanti menyampaikan data terkini terdapat 4.533 kasus ISPA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemenkes menemukan 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla.
  • Who?
    Kementerian Kesehatan dan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti menyampaikan data serta bantuan kesehatan.
  • Where?
    Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  • When?
    Kasus ditemukan sejak 18 Agustus 2026 hingga 21 September 2026. Data terkini disampaikan Selasa (22/9/2026).
  • Why?
    Kasus ISPA ditemukan di wilayah terdampak kebakaran hutan lahan.
  • How?
    Kemenkes memobilisasi konsentrator oksigen, masker, tabung oksigen, Labkesmas, dan Tenaga Cadangan Kesehatan, serta mengeluarkan rekomendasi pertimbangan PJJ.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenkes menemukan banyak orang sakit ISPA di tempat yang kena karhutla. Ada 174.694 orang sakit, dan 40.363 di antaranya balita. Kemenkes memperhatikan tujuh wilayah. Mereka mengirim masker, oksigen, dan alat kesehatan. Kemenkes juga menyarankan pemerintah daerah mempertimbangkan sekolah belajar dari jauh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perhatian Kemenkes terhadap tujuh wilayah terdampak karhutla menunjukkan adanya penanganan kesehatan yang mencakup kebutuhan masyarakat. Mobilisasi masker, oksigen, Labkesmas, dan tenaga cadangan kesehatan mendukung respons di daerah. Rekomendasi pertimbangan PJJ juga memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan kegiatan sekolah dengan kondisi setempat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ditemukan di wilayah terdampak kebakaran hutan lahan (karhutla) sejak 18 Agustus 2026 hingga 21 September 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, dari jumlah tersebut ada sebanyak 40.363 kasus ISPA yang dialami balita.

1. Per 21 September ada 4.522 kasus ISPA

Anak terkena ISPA akibat polusi udara yang buruk. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, mengatakan, data terkini terdapat 4.533 kasus ISPA.

"Data untuk hari ini, ada 4.533. Jadi yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali," kata Then, dikutip dari ANTARA, Selasa (22/9/2026).

2. Ada tujuh wilayah karhutla yang diperhatikan

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kemenkes memberi perhatian terhadap tujuh wilayah terdampak karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Then mengatakan, pihaknya juga mengirimkan berbagai peralatan dan logistik kesehatan untuk masyarakat terdampak karhutla.

"Kita melakukan mobilisasi bantuan logistik berupa konsentrator oksigen, masker, tabung oksigen, dan termasuk menyiapkan Labkesmas untuk membantu pengujian kualitas udara, dan menggerakkan tenaga cadangan kesehatan (TCK)," ujar dia.

3. Kirim logistik dan sarankan PJJ

Sejumlah siswa-siswi mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Kemenkes juga mengirimkan berbagai peralatan dan logistik kesehatan ke wilayah-wilayah tersebut.

"Kita melakukan mobilisasi bantuan logistik berupa konsentrator oksigen, masker, tabung oksigen, dan termasuk menyiapkan Labkesmas untuk membantu pengujian kualitas udara, dan menggerakkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di kabupaten/kota," ujar dia.

Termasuk mengeluarkan surat rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mempertimbangkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article