KemenPPPA Siapkan Pos SAPA di Lokasi Terdampak Bencana Sumatra

KemenPPPA menyiapkan Pos SAPA untuk mendekatkan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak terdampak bencana di Sumatera.
Pos SAPA menyediakan ruang aman, pengaduan, pendampingan, asesmen kebutuhan, dan rujukan layanan.
Tiga model layanan yang disiapkan adalah mobile, berbasis komunitas, dan modular, dengan target berfungsi hingga 2028.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyiapkan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) untuk mendekatkan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak terdampak bencana di Sumatera. Langkah ini dilakukan karena sejumlah unit layanan turut terdampak sehingga tak bisa bekerja maksimal.
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu mengatakan, aktivasi Pos SAPA diperlukan untuk memastikan perempuan dan anak tetap mendapat akses perlindungan di tengah kondisi pascabencana.
“Aktivasi Pos Sapa untuk mendekatkan layanan perlindungan, karena saat ini UPTD PPA juga banyak yang terdampak, jadi belum bisa melakukan layanan secara maksimal,” kata Titi dalam media talk di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
1. Layanan perlindungan ikut terdampak

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu saat agenda media talk: "Pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP)", di Jakarta, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit). KemenPPPA menyebut akses perlindungan menjadi sulit di lokasi bencana. Kondisi pascabencana juga meningkatkan kerentanan perempuan dan anak terhadap kekerasan serta kebutuhan psikososial. Karena itu, Pos SAPA disiapkan di hunian sementara maupun hunian tetap.
“Kondisi pascabencana meningkatkan kerentanan perempuan dan anak terhadap kekerasan serta kebutuhan sosial yang mendesak. Sementara itu, layanan perlindungan masih tersebar dan sulit diakses oleh perempuan dan anak,” ujar Titi.
2. Pos SAPA jadi ruang aman

Agenda media talk: "Pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP)", di Jakarta, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit) Pos SAPA akan menyediakan ruang aman, informasi, edukasi, perlindungan awal, pengaduan, asesmen kebutuhan korban, pendampingan, hingga rujukan layanan. Pos tersebut ditargetkan menjalankan fungsi di lokasi bencana hingga 2028.
“Fungsi Pos Sapa ini tentu menjadi ruang aman, ruang informasi, edukasi, layanan perlindungan awal, kemudian melakukan rujukan,” kata Titi.
3. Ada tiga model layanan

Situasi Pantai Parkit, Padang yang masih dipenuhi kayu-kayu sisa banjir Sumatra. (IDN Times/Sandy Firdaus) KemenPPPA menyiapkan tiga model Pos SAPA, yakni mobile, berbasis komunitas, dan modular. Model mobile menggunakan kendaraan untuk menjangkau wilayah terpencil, sedangkan model komunitas memanfaatkan fasilitas seperti balai desa, sekolah, atau puskesmas.
“Pada saat aktivasi (Pos Sapa), selain menguatkan kapasitas SDM atau calon petugas, ini tentu juga melibatkan petugas yang ada di UPTD PPA dan relawan atau kelompok masyarakat,” kata Titi.























