Jakarta, IDN Times - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengungkapkan, penanganan persoalan di Papua harus mengedepankan pendekatan berbasis hak asasi manusia (HAM) dengan memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait. Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan di Papua memiliki kompleksitas yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri HAM Mugiyanto usai Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi dalam Pemantauan dan Pelindungan HAM di Papua. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Kementerian HAM, TNI, dan Polri.
Menurutnya, penyelesaian persoalan di Papua tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi. Pemerintah memandang diperlukan konsensus dan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga partai politik.
"Penanganan Papua membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa untuk memberikan konsensus terkait penyelesaian strategis di Papua. Dalam hal penegakan hukum dan hak asasi manusia, kami telah memberikan komitmen yang sebesar-besarnya," katanya.
