Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 Ketua MPR Soroti Kekerasan di Pesantren: Harus Terus Berbenah
Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam agenda Global Islami Holistic Education Summit di Jakarta, Sabtu (5/9/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Ahmad Muzani meminta pondok pesantren terus berbenah menghadapi tantangan pendidikan, termasuk persoalan kekerasan.
  • Inovasi dan perbaikan sistem dinilai diperlukan agar pendidikan pesantren tetap relevan dengan tuntutan zaman.
  • Muzani meminta santri aktif belajar dan berdiskusi untuk menguji kebenaran pengetahuan serta menjaga tradisi keilmuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (5/9/2026)

Ahmad Muzani menyampaikan pesan agar pondok pesantren terus berinovasi dan memperbaiki diri usai agenda Global Islami Holistic Education Summit di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ahmad Muzani meminta pondok pesantren terus berbenah menghadapi tantangan pendidikan, termasuk kekerasan yang masih terjadi.
  • Who?
    Ketua MPR RI Ahmad Muzani, pondok pesantren, dan para santri.
  • Where?
    Jakarta, usai agenda Global Islami Holistic Education Summit.
  • When?
    Sabtu (5/9/2026).
  • Why?
    Inovasi dan perbaikan sistem dinilai diperlukan agar pendidikan pesantren tetap relevan dengan tuntutan zaman.
  • How?
    Melalui inovasi, perbaikan diri, pendidikan holistik, serta tradisi belajar dan berdiskusi bagi santri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Ahmad Muzani bilang pesantren harus terus memperbaiki diri. Ada tantangan pendidikan dan kekerasan yang masih terjadi. Pak Ahmad ingin pesantren membuat hal baru dan memperbaiki sistemnya. Ia juga bilang santri perlu belajar, membaca, bertanya, dan berdiskusi supaya tahu pengetahuan yang benar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pendidikan holistik di pesantren dinilai dapat menjadi model pengembangan sumber daya manusia karena berkaitan dengan pembentukan karakter dan pengembangan peradaban. Tradisi lokal, peran ulama dan kiai, serta keaktifan santri dalam belajar dan berdiskusi menjadi unsur yang disebut dalam pengembangan pendidikan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, meminta pondok pesantren (ponpes) terus berbenah menghadapi tantangan pendidikan, termasuk persoalan kekerasan yang masih terjadi. Dia menilai inovasi dan perbaikan sistem diperlukan agar pendidikan pesantren tetap relevan dengan tuntutan zaman.

"Tantangan di dunia pondok pesantren juga berkembang sesuai dengan tuntutan zamannya. Karena itu, ikhtiar yang harus dilakukan adalah terus melakukan inovasi dan perbaikan diri," kata dia usai agenda Global Islami Holistic Education Summit di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

1. Pendidikan holistik untuk bentuk karakter

Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, 5–6 September 2026, membahas pendidikan holistik berbasis pesantren (IDN Times/Lia Hutasoit)

Muzani menilai, pendidikan holistik yang berkembang di pesantren dapat menjadi model pengembangan sumber daya manusia. Menurut dia, pendekatan tersebut juga berkaitan dengan pembentukan karakter serta pengembangan peradaban yang berangkat dari kekhasan pendidikan Indonesia.

"Yang kedua, ini juga menjadi sebuah ajang bagaimana pembentukan karakter manusia bisa dibentuk melalui sebuah pendidikan holistik," kata dia.

2. Pesantren disebut punya kekhasan Indonesia

Bisa, kalau untuk caption foto agenda, dGlobal Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, 5–6 September 2026, membahas pendidikan holistik berbasis pesantren (IDN Times/Lia Hutasoit).

Dia mengatakan, pendidikan pesantren memiliki karakter yang berbeda karena berkembang dari tradisi dan lingkungan lokal. Menurut Muzani, sistem tersebut dibangun oleh para pendahulu, ulama, dan kiai dengan tetap menyatukan pendidikan dalam ke-Indonesia-an.

"Cara mendidiknya adalah khas Indonesia dan menyatukan diri dalam keindonesiaan, menyatukan diri dalam tradisi, menyatukan diri dalam keunikan-keunikan yang ada di lokal-lokal itu," ujar dia.

3. Santri diminta aktif berdiskusi

Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di Gedung Negara Grahadi Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Muzani pun meminta para santri terus mengembangkan tradisi keilmuan dengan aktif belajar dan berdiskusi. Menurut dia, proses tersebut diperlukan untuk menguji kebenaran pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan di pesantren.

"Saya kira santri harus terus belajar, mendengar, membaca, bertanya, dan teruslah berdiskusi karena itu adalah sebuah cara untuk menguji tentang kebenaran, sehingga tradisi keilmuan akan terus diuji dengan baik," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article