Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Joko Menyisir RSUD Bekasi, Berujung Kabar Duka dari DVI
Korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi Arinjani Novita Sari (22) sebagai salah satu korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL melalui pencocokan sidik jari serta data medis.
  • Paman korban, Joko, sempat melakukan pencarian intensif ke berbagai rumah sakit di Bekasi sebelum akhirnya menerima kabar duka dari hasil identifikasi resmi DVI.
  • Dalam konferensi pers, Karumkit Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono menyatakan total 10 jenazah telah teridentifikasi lewat proses rekonsiliasi yang melibatkan tim gabungan forensik dan kepolisian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Joko terakhir berkomunikasi dengan keponakannya, Arinjani Novita Sari, melalui pesan singkat sebelum kecelakaan terjadi.

28 April 2026

Keluarga Arinjani mencari korban di RSUD Kota Bekasi dan beberapa rumah sakit lain tanpa hasil. Pada hari yang sama pukul 14.00 WIB, Tim DVI Polri mengumumkan hasil identifikasi 10 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, termasuk Arinjani Novita Sari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim DVI Polri mengumumkan hasil identifikasi 10 jenazah korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line, termasuk Arinjani Novita Sari yang terkonfirmasi meninggal dunia.
  • Who?
    Korban bernama Arinjani Novita Sari (22), diidentifikasi oleh Tim DVI Polri. Keluarganya, termasuk pamannya Joko, sebelumnya melakukan pencarian di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
  • Where?
    Proses identifikasi dilakukan di RS Polri Jakarta dan RSUD Kota Bekasi, setelah kecelakaan terjadi di area Stasiun Bekasi Timur.
  • When?
    Kepastian identitas korban diumumkan pada Selasa, 28 April 2026 pukul 14.00 WIB dalam konferensi pers di RS Polri.
  • Why?
    Identifikasi dilakukan untuk memastikan identitas para korban kecelakaan kereta yang menyebabkan sejumlah penumpang meninggal dunia dan belum terdata secara pasti.
  • How?
    Pencocokan dilakukan melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti catatan medis dan barang pribadi milik korban oleh tim gabungan forensik dan kepolisian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kecelakaan kereta di Bekasi. Ada dua kereta tabrakan dan banyak orang jadi korban. Seorang paman bernama Joko mencari keponakannya yang hilang, namanya Arinjani. Ia cari ke banyak rumah sakit tapi tidak ketemu. Lalu tim DVI polisi menemukan Arinjani sudah meninggal dan bisa dikenali dari sidik jarinya. Sekarang keluarganya sudah tahu kabarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah suasana duka, keberhasilan tim DVI Polri mengidentifikasi korban menunjukkan profesionalisme dan ketelitian aparat dalam memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu kabar. Melalui kerja sama lintas lembaga dan penggunaan data ilmiah seperti sidik jari serta catatan medis, proses ini menghadirkan kejelasan dan penghormatan terakhir bagi para korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Korban tersebut adalah Arinjani Novita Sari (22), yang teridentifikasi melalui pencocokan data primer berupa sidik jari serta data sekunder medis dan barang pribadi.

Kepastian ini menjadi jawaban atas pencarian panjang keluarga yang sebelumnya sempat diliputi ketidakpastian di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Sebelumnya, paman korban, yakni Joko tampak cemas saat memeriksa daftar nama korban di depan bangsal perawatan.

Nama keponakannya, Arinjani, saat itu tidak tercantum dalam daftar korban yang dirawat. Dengan wajah tegang, ia berulang kali mengecek papan informasi dan menghubungi anggota keluarga lainnya.

Dengan suara bergetar, Joko menceritakan komunikasi terakhir dengan keponakannya sebelum insiden terjadi.

“Semalam masih WA, bilang sebentar lagi sampai. Tapi setelah kejadian, tidak bisa dihubungi. Barang-barangnya ditemukan di stasiun,” ujar Joko sambil menunjukkan foto keponakannya.

Tak hanya di RSUD, Joko dan keluarga juga menyisir sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, mulai dari RS Hermina, RS Siloam, hingga RS Primaya. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya, nama Arinjani muncul dalam rilis resmi DVI sebagai korban meninggal dunia.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono mengatakan proses rekonsiliasi yang dilakukan pada Selasa (28/4/2026) pukul 14.00 WIB menyimpulkan 10 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer berupa sidik jari, serta data sekunder meliputi catatan medis dan properti milik korban.

"Tim gabungan dari RS Polri, Bidokes Polda Metro Jaya, Inafis, hingga tim forensik FK UI telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari TKP," ujar Prima dalam konferensi pers di RS Polri, Selasa, (28/4/2026).

Editorial Team