Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KKP Akan Revisi Aturan untuk Kendalikan Ikan Sapu-sapu
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026). (Dok. Pemprov DKI)
  • KKP berencana merevisi Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2020 untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang meningkat pesat dan belum memiliki predator alami.
  • Pemerintah DKI Jakarta menggelar aksi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di lima wilayah karena spesies ini merusak ekosistem sungai dan saluran air kota.
  • Dalam kegiatan di Kali Kodamar, Jakarta Utara, tercatat sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dari perairan yang kondisinya sangat keruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 April 2026

KKP melalui Dirjen Perikanan Budidaya Haeru Rahayu menyatakan akan merevisi Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2020 untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu. Pada hari yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin gerakan penangkapan ikan sapu-sapu serentak di lima wilayah Jakarta karena populasinya merusak ekosistem perairan. Dalam kegiatan di Kali Kodamar, Jakarta Utara, tercatat sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melakukan revisi terhadap Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2020 untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang meningkat pesat di perairan Jakarta.
  • Who?
    Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Haeru Rahayu dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin upaya pengendalian serta gerakan penangkapan ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta, termasuk lokasi penangkapan di Kali Kodamar, Jakarta Utara, yang menjadi salah satu titik utama aksi tersebut.
  • When?
    Kegiatan revisi aturan dan gerakan penangkapan ikan sapu-sapu berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, dengan pelaksanaan serentak di seluruh wilayah Jakarta.
  • Why?
    Populasi ikan sapu-sapu dinilai telah mendominasi dan merusak ekosistem perairan sungai serta selokan di Jakarta, sehingga perlu dikendalikan agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
  • How?
    Pengendalian dilakukan melalui revisi regulasi agar lebih aplikatif serta dengan metode konvensional berupa penangkapan langsung tanpa penggunaan bahan kimia demi menjaga kelestarian lingkungan perairan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak sekali ikan sapu-sapu di sungai Jakarta sampai airnya rusak. Orang dari Kementerian Laut dan Gubernur Jakarta mau ubah aturan supaya bisa tangkap ikan itu lebih gampang. Mereka tangkap bareng-bareng di lima tempat. Di satu sungai saja dapat dua ratus kilo ikan sapu-sapu. Sekarang mereka masih lanjut aturannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah KKP merevisi aturan pengendalian ikan sapu-sapu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Pendekatan yang hati-hati, dengan menghindari metode kimia dan memilih penangkapan langsung, mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan serentak di lima wilayah Jakarta juga memperlihatkan kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam melindungi sumber daya air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI akan merevisi aturan Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2020 untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI, Haeru Rahayu, mengatakan pengendalian ikan sapu-sapu perlu dilakukan karena populasinya sudah sangat besar.

“Kenapa ikan sapu-sapu ini wajib kita kendalikan? Karena populasinya sudah begitu dahsyat. Banyak cara sebetulnya, secara biologis kita belum ada predator yang langsung memakan. Kalau pun ada, nanti akan menjadi persoalan selanjutnya,” ujarnya di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

1. Revisi aturan untuk pengendalian ikan sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Ia menjelaskan, pendekatan secara kimia juga berpotensi menimbulkan masalah bagi lingkungan. Karena itu, hingga saat ini metode yang paling efektif adalah cara konvensional, seperti penangkapan langsung.

“KKP saat ini sedang menyiapkan perangkatnya dalam bentuk Peraturan Menteri. Sudah ada yang Nomor 19 Tahun 2020 dan saat ini sedang dilakukan revisi supaya bisa lebih aplikatif dalam rangka pengendalian populasi ikan sapu-sapu ini,” kata dia.

2. Penangkapan serentak lima wilayah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan gerakan penangkapan ikan sapu-sapu serentak dilakukan di lima wilayah Jakarta yakni Jakarta, Utara, Jakarta Timur, Selatan, Barat dan Pusat, Jumat (17/4/2026).

Pramono mengatakan gerakan tangkap ikan sapu-sapu ini dilakukan karena populasi ikan tersebut telah merusak ekosistem perairan di Jakarta.

"Intinya bahwa kenapa kemudian Pemerintah DKI Jakarta melakukan gerakan ini, ikan (ini) sudah terlalu mendominasi dan merusak ekosistem perairan yang ada di Jakarta ini terutama perairan sungai dan juga selokan," ucap Pramono

3. Tangkap 200 kg ikan sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Pramono mencontohkan ikan sapu-sapu bisa survive di berbagai kondisi sungai bahkan jika kali tersebut keruh. Bahkan, lanjut Pram penangkapan ikan Kali Kodamar, Jakarta Utara ini mencapai sekitar 200 kilogram.

"Lihat sendiri tempat ini yang begitu apa hitam, mereka bisa survive, mereka bisa hidup dan tadi ketika penangkapan dilakukan, awalnya kami memperkirakan mungkin hanya dapat kurang lebih 150 kg dan tadi kalau lihat terakhir pasti saya yakin di atas 200 kg," ujarnya .

Editorial Team