Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Koalisi Masyarakat Sipil Ingin Dunia Internasional Bantu Karhutla Indonesia
Gubernur Kalbar bantu padamkan karhutla. (IDN Times/Teri).
  • Koalisi masyarakat sipil meminta bantuan internasional untuk menangani karhutla yang disebut berdampak pada 37,9 juta orang di delapan provinsi, termasuk 165.747 kasus ISPA di Kalimantan Barat.
  • Data Kementerian Kehutanan mencatat indikasi karhutla Januari–Juni 2026 mencapai 202.010,96 hektare, naik 366 persen; asapnya dilaporkan menjangkau sejumlah negara Asia Tenggara.
  • Koalisi menilai pemerintah gagal melindungi warga dan mendesak bantuan medis, ruang udara bersih, pemadaman cepat, perlindungan satwa, pemulihan korban, serta penegakan hukum terhadap pelaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari-Juni 2026

Kementerian Kehutanan mencatat indikasi luas karhutla mencapai 202.010,96 hektare, meningkat 366 persen dibandingkan periode sebelumnya.

6 September 2026

Koalisi masyarakat sipil meminta dunia internasional membantu penanganan karhutla di Indonesia. Mereka menyebut 37,9 juta orang di delapan provinsi terdampak dan mendesak bantuan medis, perlindungan, serta dukungan pemadaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Koalisi masyarakat sipil meminta dunia internasional membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan, perlindungan warga terdampak asap, pemadaman, serta pemulihan korban di Indonesia.
  • Who?
    Greenpeace, YLBHI, Auriga Nusantara, dan Trend Asia menyuarakan permintaan tersebut. Sebanyak 37,9 juta orang di delapan provinsi dilaporkan terdampak karhutla.
  • Where?
    Dampak karhutla terjadi di delapan provinsi Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Paparan asap dilaporkan menjangkau Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
  • When?
    Pernyataan koalisi disampaikan Minggu, 6 September 2026. Data Kementerian Kehutanan mencatat indikasi luas karhutla pada Januari hingga Juni 2026.
  • Why?
    Koalisi menilai karhutla mengancam kesehatan dan hak atas udara bersih. Di Kalimantan Barat tercatat sekitar 165.747 kasus ISPA, sementara indikasi luas kebakaran mencapai 202.010,96 hektare.
  • How?
    Koalisi mendesak bantuan medis, masker, oksigen, tempat berudara bersih, perlindungan satwa, serta dukungan peralatan, teknologi, pesawat, dan tenaga ahli untuk pemadaman cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran hutan dan tanah di Indonesia makin besar. Asapnya membuat 37,9 juta orang di delapan provinsi susah bernapas. Greenpeace dan teman-temannya minta negara lain membantu. Mereka ingin ada obat, masker, oksigen, tempat berudara bersih, dan bantuan memadamkan api. Mereka juga ingin orangutan dan hewan lain diselamatkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dampak karhutla yang luas, desakan koalisi masyarakat sipil menunjukkan perhatian kuat terhadap hak warga atas udara bersih dan perlindungan kelompok rentan. Penekanan pada bantuan medis, ruang aman, pemadaman cepat, pemulihan korban, serta perlindungan satwa memperlihatkan pendekatan yang menyatukan kebutuhan kemanusiaan, kesehatan, dan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sejumlah organisasi koalisi masyarakat sipil seperti Greenpeace, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Auriga Nusantara, dan Trend Asia meminta dunia internasional ikut membantu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menurut organisasi koalisi masyarakat sipil, ada 37,9 juta orang di delapan provinsi terdampak karhutla.

"Di Kalimantan Barat saja tercatat sekitar 165.747 kasus ISPA. Jutaan orang lainnya menjalani hidup dengan menghirup udara berbahaya dari asap kebakaran," tulis keterangan bersama dari koalisi masyarakat sipil, Minggu (6/9/2026).

Menurut koalisi, masyarakat berhak bernapas dengan udara bersih. Sebab, seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak hingga lansia mengalami masalah kesehatan dengan adanya karhutla.

"Hal ini menjadikan isu karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, ini juga masalah kebijakan publik, kemanusiaan, dan hak asasi manusia," kata koalisi.

1. Ada peningkatan karhutla

Gubernur Kalbar, Ria Norsan padamkan api karhutla. (IDN Times/Teri).

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, ada peningkatan indikasi luas karhutla dari Januari-Juni 2026 sebesar 202.010,96 hektare. Data tersebut meningkat 366 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Di atas lahan-lahan dengan indikasi kebakaran tersebut, yang paparan asapnya hingga ke Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina, beroperasi sektor-sektor industri yang menghasilkan setidaknya 11 komoditi dan mengalir serta dikonsumsi di 169 negara. Industri yang bertanggung jawab atas malapetaka ini diantaranya perkebunan kelapa sawit, pulp dan paper, pertambangan, dan industri kehutanan," kata koalisi.

2. Pemerintah dianggap gagal melindungi masyarakat

Gubernur Kalbar, Ria Norsan melakukan pemadaman di lokasi karhutla. (IDN Times/adpim).

Menurut koalisi masyarakat sipil, pemerintah gagal melindungi masyarakat. Mereka menilai, pemerintah tidak bisa memberikan hak dasar bagi masyarakat.

"Keberhasilan penanganan karhutla tak boleh diukur sebatas penurunan jumlah titik api, melainkan pada pemenuhan hak dasar warga atas udara bersih. Penyediaan fasilitas kesehatan, ruang aman dari asap, serta mekanisme kompensasi bagi masyarakat terdampak harus menjadi prioritas respons negara," kata dia.

Pemerintah juga diminta untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. Sehingga, ada efek jera.

"Jangan sampai masyarakat kecil dan komunitas adat kembali dijadikan kambing hitam, sementara perusahaan dan pihak yang memiliki kekuasaan serta keuntungan ekonomi dari penguasaan hutan dan lahan tidak disentuh secara serius," ujar dia.

3. Desak bantuan internasional

Kunjungan ke lokasi karhutla di Kubu Raya. (IDN Times/istimewa).

Berikut poin desakan koalisi masyarakat sipil agar bantuan internasional turun tangan!

1. Menyelamatkan dan melindungi masyarakat Indonesia yang terdampak asap dan karhutla gambut;

2. Menyediakan bantuan medis, obat-obatan, masker, oksigen dan tempat perlindungan dengan udara bersih, terutama bagi anak-anak, lansia dan kelompok rentan;

3. Menyediakan penyelamatan dan perlindungan bagi orangutan dan satwa rentan dan terancam punah lainnya;

4. Membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut secara cepat, termasuk dukungan peralatan, teknologi, pesawat dan tenaga ahli;

5. Memastikan korban mendapatkan pemulihan, bantuan dan keadilan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article