Jakarta, IDN Times - Sejumlah organisasi koalisi masyarakat sipil seperti Greenpeace, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Auriga Nusantara, dan Trend Asia meminta dunia internasional ikut membantu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menurut organisasi koalisi masyarakat sipil, ada 37,9 juta orang di delapan provinsi terdampak karhutla.
"Di Kalimantan Barat saja tercatat sekitar 165.747 kasus ISPA. Jutaan orang lainnya menjalani hidup dengan menghirup udara berbahaya dari asap kebakaran," tulis keterangan bersama dari koalisi masyarakat sipil, Minggu (6/9/2026).
Menurut koalisi, masyarakat berhak bernapas dengan udara bersih. Sebab, seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak hingga lansia mengalami masalah kesehatan dengan adanya karhutla.
"Hal ini menjadikan isu karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, ini juga masalah kebijakan publik, kemanusiaan, dan hak asasi manusia," kata koalisi.
