Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Komnas HAM meminta autopsi warga yang meninggal dan pemeriksaan terhadap korban luka serta terduga pelaku.

  • Komnas HAM akan memantau lokasi kericuhan di Gampong Pulo Keunari untuk mengumpulkan fakta dan keterangan.

  • Pemerintah diminta menyelesaikan akar persoalan, mencegah konflik sosial, dan memastikan korban luka mendapat penanganan medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (4/11/2026)

Kericuhan terjadi saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pidie, Aceh. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB.

Jumat (6/11/2026)

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyampaikan Komnas HAM menyesalkan kekerasan tersebut dan meminta pengusutan melalui investigasi ilmiah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kericuhan saat kenduri Maulid menyebabkan satu warga meninggal dunia akibat tertembak, serta sejumlah warga dan personel TNI terluka.
  • Who?
    Komnas HAM, warga, personel TNI, aparat penegak hukum, pemerintah, dan terduga pelaku terlibat dalam penanganan serta pengusutan peristiwa.
  • Where?
    Kericuhan terjadi di Gampong Pulo Keunari atau Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
  • When?
    Peristiwa terjadi Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB. Pernyataan Komnas HAM disampaikan Jumat (6/11/2026).
  • Why?
    Ketegangan bermula dari penolakan warga terhadap tindakan aparat TNI yang mendatangi lokasi untuk menurunkan bendera Bulan Bintang.
  • How?
    Sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang, lalu aparat TNI datang untuk menurunkannya. Penolakan warga memicu ketegangan, pemukulan, dan penembakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kericuhan terjadi di acara Maulid di Pidie, Aceh. Ada warga dan tentara yang terluka, dan satu warga meninggal karena tertembak. Komnas HAM meminta kejadian ini diperiksa dengan teliti. Komnas HAM juga akan datang ke tempat kejadian untuk mencari fakta. Pemerintah diminta membantu korban dan mencegah masalah bertambah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Komnas HAM mendorong pengungkapan fakta melalui investigasi ilmiah, autopsi, pemeriksaan korban serta terduga pelaku, dan pemantauan langsung di lokasi. Langkah tersebut membuka ruang bagi proses yang objektif dan transparan, sekaligus menempatkan akses keadilan serta penanganan medis korban sebagai bagian dari upaya menangani kericuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak aparat penegak hukum melakukan autopsi terhadap warga yang tewas tertembak, dalam kericuhan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pidie, Aceh. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 4 November 2026 itu juga menyebabkan sejumlah warga dan personel TNI terluka.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, meminta aparat mengusut tuntas peristiwa tersebut melalui investigasi ilmiah.

“Komnas HAM sangat menyesalkan terjadinya tindak kekerasan yang terjadi di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh tersebut,” ujar Anis dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

1. Komnas HAM desak autopsi korban tewas

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anis Hidayah. (Dok. Humas KemenPPPA)

Komnas HAM mendesak aparat penegak hukum melakukan scientific crime investigation untuk mengungkap penyebab dan kronologi kericuhan. Pemeriksaan juga harus mencakup korban luka serta terduga pelaku.

“Melakukan autopsi terhadap korban meninggal dunia, dan memeriksa sejumlah korban yang mengalami luka-luka, memeriksa terduga pelaku, serta memberikan akses keadilan bagi korban, agar peristiwa yang sama tidak terulang di kemudian hari,” kata Anis.

2. Komnas HAM segera pantau lokasi kejadian

Ilustrasi penembakan (IDN Times/Arief Rahmat)

Komnas HAM akan turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan fakta dan keterangan terkait kericuhan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro.

“Pemantauan lapangan guna mendalami kronologis peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian,” ujar Anis.

3. Pemerintah diminta selesaikan akar masalah

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Komnas HAM meminta pemerintah segera menyelesaikan akar persoalan, dan mengantisipasi eskalasi untuk mencegah konflik sosial. Pemerintah juga diminta memastikan korban luka memperoleh penanganan medis maksimal.

“Meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif serta transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia,” ujar Anis.

Kericuhan terjadi saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Komnas HAM, ketegangan bermula saat sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di lokasi kenduri. Aparat TNI kemudian mendatangi lokasi untuk menurunkan bendera tersebut. Namun, tindakan itu mendapat penolakan warga hingga memicu ketegangan yang berujung kericuhan.

Peristiwa tersebut dilaporkan diwarnai aksi pemukulan dan penembakan. Seorang warga meninggal dunia akibat tertembak dalam peristiwa ini, sementara sejumlah warga dan personel TNI mengalami luka-luka. Komnas HAM menyatakan akan mendalami kronologi dan fakta di lapangan untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article