Ketua Komnas HAM Anis Hidayah di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Komnas HAM meminta pemerintah segera menyelesaikan akar persoalan, dan mengantisipasi eskalasi untuk mencegah konflik sosial. Pemerintah juga diminta memastikan korban luka memperoleh penanganan medis maksimal.
“Meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif serta transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia,” ujar Anis.
Kericuhan terjadi saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Komnas HAM, ketegangan bermula saat sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di lokasi kenduri. Aparat TNI kemudian mendatangi lokasi untuk menurunkan bendera tersebut. Namun, tindakan itu mendapat penolakan warga hingga memicu ketegangan yang berujung kericuhan.
Peristiwa tersebut dilaporkan diwarnai aksi pemukulan dan penembakan. Seorang warga meninggal dunia akibat tertembak dalam peristiwa ini, sementara sejumlah warga dan personel TNI mengalami luka-luka. Komnas HAM menyatakan akan mendalami kronologi dan fakta di lapangan untuk mengungkap peristiwa tersebut.