Padat Karya DLH DKI: Peluang Kerja bagi Warga Lintas Usia

- Program Padat Karya DLH DKI menyediakan pekerjaan berupah harian bagi warga lintas usia dan latar belakang, sekaligus mendukung pengelolaan sampah Jakarta.
- Peserta dari berbagai wilayah Jakarta bekerja sebagai pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup dan helper di RDF Plant Rorotan, termasuk Yeti Puspita dan Syafiq Albar.
- DLH dan Pemprov DKI menyatakan program ini membuka ruang kerja inklusif, membantu penghasilan keluarga, serta membekali peserta dengan pengetahuan pengelolaan lingkungan.
Jakarta, IDN Times - Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta terus membuka kesempatan kerja dengan upah harian bagi warga dari berbagai usia dan latar belakang.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, program ini mempertemukan kebutuhan masyarakat akan penghasilan dengan upaya pengelolaan sampah kota.
Sejumlah peserta yang lolos seleksi kini bertugas di berbagai lokasi, antara lain sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup maupun helper di RDF Plant Rorotan. Kesempatan tersebut diterima warga dari Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
1.

Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta / (dok DLH) Yeti Puspita (43), warga Pesing, Jakarta Barat, bekerja sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat.
Ibu rumah tangga yang memiliki dua anak ini menilai pekerjaan tersebut membantunya menambah penghasilan keluarga sambil mempelajari pengelolaan sampah.
Syafiq Albar (19), warga Duren Sawit, Jakarta Timur, bertugas sebagai helper di RDF Plant Rorotan. Lulusan SMK tersebut menyampaikan bahwa penghasilan yang diterima lebih besar dari yang dibayangkan dan sebagian akan diberikan kepada orangtua.
2. Berikan kesempatan kerja

Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta / (dok DLH) Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi menyampaikan bahwa program ini mempertemukan kebutuhan masyarakat akan kesempatan kerja dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan.
Selain memperoleh penghasilan, peserta diharapkan membawa pulang pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Buka ruang kerja yang inklusif

DLH DKI Jakarta percepat penanganan sampah di dalam kota. (Dok. Pemprov DKI) Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menegaskan bahwa program Padat Karya merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membuka ruang kerja yang inklusif.
"Melalui Padat Karya DLH, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung memberikan kesempatan kerja kepada warga dari berbagai usia, termasuk mereka yang sudah berusia di atas 40 dan 60 tahun. Di samping memperoleh penghasilan untuk menopang kebutuhan keluarga, peserta juga ikut serta menjaga lingkungan Jakarta," ujar Chico Hakim.




















