Warga Tewas Ditembak di Pidie, Wamen HAM Minta Diusut Tuntas

Wamen HAM Mugiyanto meminta insiden kekerasan di Kecamatan Tiro, Pidie, diusut secara menyeluruh, objektif, dan transparan.
Ia meminta dasar kewenangan aparat serta dugaan penggunaan senjata diperiksa, dengan hak korban dan keluarga tetap dijamin.
Insiden saat peringatan Maulid Nabi menewaskan satu orang dan membuat 11 orang lain mendapat penanganan medis.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto, meminta insiden kekerasan yang menewaskan warga di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, diusut secara menyeluruh, objektif, dan transparan.
Dia juga mengingatkan, perbedaan pandangan mengenai pengibaran bendera Bulan Bintang tidak boleh berujung pada kekerasan yang mengancam nyawa manusia.
"Perbedaan pandangan mengenai pengibaran bendera tidak boleh berujung pada kekerasan yang mengancam keselamatan dan nyawa manusia," kata dia, Kamis (5/11/2026).
1. Minta penggunaan senjata diusut

ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama) Mugiyanto meminta penyelidikan memastikan fakta kejadian sekaligus pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat. Menurut dia, setiap tindakan aparat negara harus berlandaskan hukum dan menghormati HAM, termasuk prinsip kebutuhan serta proporsionalitas dalam penggunaan kekuatan.
Dia juga meminta hak korban dan keluarga atas keadilan serta pemulihan tetap dijamin.
2. Dorong penyelidikan periksa dasar kewenangan penyalahgunaan senjata

Ilustrasi penembakan. (IDN Times/Arief Rahmat) Mugiyanto meminta penyelidikan turut memeriksa dasar kewenangan tindakan aparat dan dugaan penggunaan senjata yang menyebabkan jatuhnya korban.
Dia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap warga yang terluka memperoleh penanganan medis yang baik.
3. Ingatkan perdamaian Aceh

Ilustrasi Penembakan. (Aditya Pratama) Mugiyanto mengingatkan perdamaian Aceh merupakan capaian penting yang harus dijaga. Persoalan terkait kekhususan Aceh, termasuk simbol daerah, perlu diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum dengan menghormati semangat perdamaian Helsinki.
Dia mengingatkan insiden tersebut jangan sampai kembali memicu ketegangan dan merusak kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.
Insiden ini terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Tiro, Pidie, Rabu (4/11/2026). Kericuhan diduga dipicu penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang oleh aparat.
Sebanyak 12 orang masuk RSUD Tgk Abdullah Syafii hingga pukul 21.30 WIB. Satu korban laki-laki berusia 20 tahun meninggal saat tiba di rumah sakit. Sementara itu, satu perempuan, tujuh orang dengan luka dan memar, serta tiga orang dengan keluhan sakit lainnya turut mendapatkan penanganan medis. Sejumlah video kericuhan dan suara tembakan juga beredar di media sosial.















