Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kronologi Calon Manajer Kopdes Rifki Renaldi Meninggal saat Latsar Militer
Siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti pendidikan dasar militer di Satdik Brigif 1 Marinir. (www.instagram.com/@pasmar_1_korps_marinir)
  • Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta SPPI di Yon Parako 465 Halim, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan gagal napas meski telah mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
  • Kementerian Pertahanan memastikan latihan dasar militer SPPI tetap berlanjut di 67 satuan pendidikan TNI hingga Juli 2026, sambil melakukan evaluasi dan pengurangan intensitas fisik demi keselamatan peserta.
  • Total empat peserta SPPI meninggal selama proses pelatihan militer, masing-masing di Balikpapan, Baturaja, Jakarta, dan Halim dengan penyebab berbeda seperti heat stroke hingga henti jantung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kakak namanya Rifki yang ikut latihan tentara buat jadi manajer koperasi desa. Waktu latihan, dia merasa sesak napas dan minta obat ke keluarganya. Lalu dia dibawa ke rumah sakit tapi tidak bisa diselamatkan. Sekarang sudah empat orang meninggal saat latihan itu, tapi latihannya masih jalan sambil dicek supaya lebih aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengakui peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal bertambah satu. Korban diketahui atas nama Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang digembleng di satuan pendidikan Yon Parako Pasgat 465, Halim. Dengan demikian total calon manajer koperasi desa atau kelurahan merah putih dan kampung nelayan merah putih yang meninggal sudah mencapai empat orang.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait menjelaskan awal mula kesehatan Rifki menurun hingga dinyatakan meninggal dunia. Rifki mengaku ada keluhan kesehatan berupa sesak nafas pada Rabu, 25 Juni 2026.

Menurut keterangan Kemhan, tim kesehatan di satdik langsung memberikan penanganan awal. Kondisi kesehatan Rifki sempat membaik usai diberikan penanganan awal. Bahkan, Rifki disebut sempat kembali mengikuti aktivitas.

Tetapi, setelah itu, kondisi kesehatannya kembali menurun. Ia pun langsung dirujuk kr RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk memperoleh penanganan medis lanjutan. "Setelah dirujuk ke rumah sakit, almarhum segera mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU)," ungkap Rico di dalam keterangannya pada Jumat (26/6/2026).

Berbagai upaya medis, kata Rico, sudah dilakukan secara optimal. Tetapi, nyawa Rifki tidak dapat diselamatkan.

"Almarhum dinyatakan meninggal pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," tutur dia.

1. Keluarga sempat cerita korban sempat minta dikirimkan obat batuk dan pilek

Peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti pendidikan latihan dasar militer di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. (www.instagram.com/@pasmar_1_korps_marinir)

Lebih lanjut, menurut penuturan salah satu keluarga korban, Syifa Mufidah, ia tahu Rifki sudah meninggal dari adik kandungnya di Sumedang. Sang adik mengurai kronologi kejadian Rifkii meninggal lewat akun Threads @mayienbear_. Sang adik menjelaskan Rifki sempat menghubungi keluarga menggunakan telepon seluler temannya agar dikirimkan obat batuk, panas dan pilek. Kontak ke keluarga terjadi pada Selasa malam, 23 Juni 2026.

Obat itu kemudian dikirimkan ke Halim pada Rabu, 24 Juni 2026. Setelah itu, tidak ada kabar lagi.

Kemudian, Kamis, 25 Juni 2026, pelatih dari satdik tempat latsar militer menghubungi ayah Rifki. Ia mengatakan Rifki sempat mengigau saat tidur selama dua malam terakhir.

"Pihak pelatih menanyakan ke orang tua saya, apakah ada yang bisa menyembuhkan? Kebetulan kakak saya paham masalah itu. Akhirnya disambungkan kepada abang saya. Setelah itu, tidak ada komunikasi antara orang tua saya dan pihak pelatih. Hari Kamis pukul 21.30, ayah saya tiba-tiba dikabarkan abang saya kritis dan posisinya sedang berada di IGD (instalasi gawat darurat)," kata akun @mayienbear yang dikutip hari ini.

Berdasarkan keterangan dokter ke keluarga, Rifki sudah kehilangan kesadaran pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 23.00 WIB. Rifki juga mengalami dehidrasi berat, infeksi dan gagal nafas.

"Posisi abang saya sudah berada di NICU. Saya akhirnya tiba di RSAU Jakarta dan melihat abang saya sudah dinyatakan meninggal dunia pukul 00.28 WIB," tutur akun tersebut.

Kepada IDN Times, Syifa memastikan akun @mayienbear adalah adik Rifki. Namun, setelah kronologi pihak keluarga menyebar luas, tulisan itu tiba-tiba hilang di akun @mayienbear. Tidak diketahui apakah itu sengaja dihapus atau terhapus.

2. Latihan dasar militer tetap berlanjut meski sudah jatuh 4 korban

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika berada di Sulawesi Utara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Sementara, Kemhan menyatakan, meski empat peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal, latihan dasar (latsar) militer tetap berlanjut di 67 satuan pendidikan TNI di seluruh Indonesia. Latsar militer dijadwalkan digelar hingga 16 Juli 2026. Kemudian, para peserta akan mendapat pendidikan manajerial dari Kementerian Koperasi selama 15 hari.

"Betul, untuk saat ini program tetap berjalan sambil dilakukan evaluasi dan penyempurnaan pada berbagai aspek pelaksanaannya," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Jumat (26/6/2026).

Evaluasi yang dilakukan, kata Rico, antara lain mencakup penguatan seleksi dan pengawasan kesehatan peserta, deteksi dini kondisi medis, serta penyesuaian pelaksanaan. Bahkan, intensitas kegiatan fisik bakal dikurangi.

"Intensitas kegiatan fisik akan dikurangi dan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan peserta," tutur jenderal bintang satu itu.

Ia menambahkan, Kemhan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta. "Itu akan tetap jadi prioritas utama kami tanpa mengurangi tujuan program dalam membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan," katanya.

3. Daftar empat peserta SPPI yang meninggal

Akademi Angkatan Udara (AAU) ikut menjadi tempat penyelenggaraan pendidikan dan latihan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih. (Dokumentasi TNI AU)

Proses ini merupakan rangkaian seleksi yang harus dilewati oleh calon manajer koperasi desa atau kelurahan merah putih dan kampung nelayan merah putih. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tes tertulis mental ideologi.

Tes tertulis itu dilakukan secara serentak di 40 titik di seluruh Indonesia pada 20 Mei 2026. Bila mereka lolos mengikuti semua seleksi maka akan berstatus pegawai BP BUMN dengan kontrak selama dua tahun.

Namun, empat peserta sudah meninggal saat proses seleksi itu berjalan. Berikut data empat calon manajer kopdes yang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer:

  1. Anisa Muyassaroh: meninggal pada 18 Juni 2026 di satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Anisa dinyatakan meninggal akibat heat stroke

  2. Yonanda Muhammad Taufiq: meninggal pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan. Yonanda meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung

  3. Novia Rahmadhani Sihotang: meninggal pada 23 Juni 2026 di satuan pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia memiliki riwayat penyakit tuberkolosis.

  4. Muhamamd Rifki Renaldi Gunawan: meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 di satuan pendidikan Yon Parako 465. Sempat mengeluhkan sesak nafas pada Rabu, 24 Juni 2026, dan dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis pada Kamis, 25 Juni 2026.

Editorial Team

Related Article