Jakarta, IDN Times - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 70 di Rawabadak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, meninggal dunia di hari pemungutan suara Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari 2024.
Plt. Ketua Komisi Pemilihan Umum Jakarta Utara Abie Maharullah mengatakan, Ketua KPPS Iyos Rusli meninggal dunia pada Rabu malam saat memimpin pelaksanaan penghitungan suara.
Saat itu, Iyos pamit pulang karena merasa tidak enak badan. Namun, sampai di rumahnya di Jalan Jalan Rawabinangun VIII Kelurahan Rawa Badak Utara Kecamatan Koja, Jakarta Utara, korban pingsan.
"Saya menerima laporan dari jajaran yang bersangkutan memang sebelumnya izin tidak melaksanakan pemungutan suara dikarenakan tidak enak badan. Di tengah istirahatnya beliau, almarhum dipanggil yang maha kuasa," ujar Abie.
Abie mengatakan, KPU sebenarnya sudah melakukan antisipasi dengan membatasi usia petugas mulai 17 sampai 55 tahun. Kemudian melakukan screening kesehatan ketat terhadap rekruitmen KPPS agar kejadian Pemilu sebelumnya terulang.
Pemerintah juga kali ini memberikan layanan kesehatan di setiap TPS berdasarkan kerja sama untuk menyediakan nakes.
"Ini tentu perihal yang tidak diinginkan dan kami sangat bersungkawa atas kejadian ini," imbuhnya.
