Elon Musk Sebut Ukraina Melanggar Ketentuan Layanan Starlink

- Elon Musk menyatakan Ukraina melanggar ketentuan Starlink dengan memakainya untuk serangan ofensif, sehingga SpaceX membatasi kecepatan Starshield khusus militer.
- Pembatasan sejak 14 Oktober mengganggu misi Ukraina dan penggunaan drone berkecepatan tinggi; Donald Trump kemudian meminta Musk mencabut pembatasan tersebut.
- Layanan Starlink dan Starshield kini kembali normal, dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Ukraina; Volodymyr Zelenskyy menyebutnya penting bagi logistik dan pertahanan udara.
Jakarta, IDN Times - CEO SpaceX, Elon Musk mengatakan bahwa Ukraina sudah melanggar ketentuan layanan Starlink pada Sabtu (24/10/2026). Alhasil, ia menginstruksikan untuk membatasi akses kecepatan internet satelit Starlink khusus militer, Starshield.
Sebelumnya, Wall Street Journal sudah melaporkan bahwa Musk yang sebenarnya menginstruksikan pembatasan Starlink di Ukraina. Ia bahkan sempat menuding Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang memutuskan pembatasan Starlink.
1. Sebut Ukraina gunakan Starlink untuk serangan ofensif

ilustrasi Starlink (unsplash.com/maria_shalabaieva) Musk mengatakan bahwa Ukraina telah melanggar ketentuan Starlink karena menggunakan untuk serangan ofensif. Menurutnya, SpaceX menitikberatkan pada pertahanan Ukraina.
“Militer Ukraina melanggar ketentuan layanan Starlink dan menggunakannya untuk serangan ofensif ke negara lain. Namun, semua permasalahan dengan Ukraina sudah diselesaikan pekan lalu,” terangnya, dikutip dari CNBC.
Dengan ini, Starlink dan Starshield di Ukraina sudah kembali beroperasi secara normal. Normalisasi layanan internet berbasis satelit tersebut sudah dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan Ukraina.
2. Trump minta Elon Musk untuk tarik pembatasan Starlink

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons) Pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa dirinya sudah berbicara dengan Elon Musk mengenai masalah pembatasan akses Starshield di Ukraina. Ia meminta Musk untuk mengangkat pembatasan layanan internet satelit tersebut.
Pembatasan kecepatan Starshield ini sudah berlangsung sejak 14 Oktober yang berdampak pada terbatasnya kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dari serangan Rusia. Alhasil, sejumlah misi Ukraina terganggu imbas terbatasnya kecepatan drone di atas 100 km/jam.
3. Zelenskyy ucapkan terima kasih atas normalisasi layanan Starshield

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine, CC0, via Wikimedia Commons) Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintahan AS, termasuk Trump yang membantu normalisasi layanan Starshield di Ukraina. Menurutnya, Starshield sangat penting untuk pertahanan udara Ukraina.
“Yang terpenting hari ini adalah Starlink dan Starshield yang sudah kembali ke kecepatan awal sebelum pembatasan. Ini krusial dan penting bagi logistik di garis depan, pertahanan Ukraina terhadap drone jet Shahed,” katanya, dikutip dari DPA International.
Meskipun demikian, Zelenskyy masih meminta AS menepati janjinya untuk mengirimkan rudal pertahanan udara. Ia menyebut bahwa paket bantuan militer tersebut berasal dari AS dan Eropa.




















