Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak membantah isu yang diembuskan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bahwa tiga ASN yang ditembak pada Rabu lalu, 9 September 2026, merupakan intel militer. Menurut Maruli, isu warga sipil direkrut menjadi intel tentara merupakan narasi yang dibuat-buat.
"Ya, itu alasan-alasan yang dibuat-buat mereka aja bahwa mereka direkrut jadi intel tentara. Mereka itu kan memang pekerja, ada yang sebagian berasal dari NTT," ungkap Maruli ketika menjawab pertanyaan IDN Times, Jumat (11/9/2026) di Balai Kartini, Jakarta Pusat.
Identitas ketiga ASN yang ditembak OPM pada Rabu lalu yakni Aprida Rapi (Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya), Alfonsius Albinus Mehan (dokter hewan di lingkungan Pemkab Jayawijaya) dan Wili Mbuik (ASN di Dinas Pertanian Jayawijaya). Kisah Wili yang baru lolos CPNS kini menjadi sorotan publik di media sosial.
Di akun media sosialnya, Wili membagikan kisahnya pada 24 Juli 2026 saat menghubungi ayahnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Wili mengaku sudah dua bulan menjadi PNS dan ditempatkan di Papua.
Maruli mengatakan perempuan yang baru berusia 24 tahun itu ditugaskan di Papua untuk membantu perekonomian keluarganya. Sehingga, isu direkrut jadi intel tentara merupakan hal yang dibuat-buat.
