KRL Commuter Line Kembali Beroperasi Usai Gempa Kepulauan Seribu

- Layanan KRL Jabodetabek kembali beroperasi setelah pemeriksaan jalur pascagempa magnitudo 5,9 di Kepulauan Seribu selesai dan perjalanan dinyatakan aman.
- Lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tanjung Priok, serta Tangerang telah aktif kembali; Commuter Line masih mengurai kepadatan akibat keterlambatan perjalanan.
- Menurut BMKG, gempa berpusat 6 km tenggara Kepulauan Seribu pada kedalaman 376 km, tidak berpotensi tsunami, dan getarannya terasa di 22 daerah.
Jakarta, IDN Times - Layanan kereta listrik Commuter Line (KRL) di wilayah Jabodetabek telah kembali diaktifkan pascapemeriksaan yang terjadi akibat gempa bumi bermagnitudo 5,9 di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Manajemen Commuter Line menyatakan, pemeriksaan telah selesai dan perjalanan dinyatakan aman.
Sejak pukul 05.26 WIB, pengecekan jalur di lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, dan Tanjung Priok, sudah kembali beroperasi serta dilakukan penguraian kepadatan operasional. Namun, saat itu masih ada pemeriksaan di jalur lintas Tangerang. Kini, pengecekan di jalur lintas Tangerang telah rampung dan dinyatakan aman.
"Pengecekan jalur pascagempa telah selesai dilakukan pada pukul 05.45 WIB. Perjalanan Commuter Line lintas Tangerang kembali beroperasi normal dan dalam proses penguraian kepadatan di lintas. Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line dan terima kasih atas pengertian #RekanCommuters," begitu cuitan dari akun @CommuterLine.
Gempa di Kepulauan Seribu, menurut data BMKG, berada di 5,81 Lintang Selatan, 106,56 Bujur Timur, dengan jarak 6 km tenggara Kepulauan Seribu. Gempa ini berada di kedalaman 376 km, dan tidak berpotensi tsunami.
Gempa ini juga terasa di 22 daerah di Indonesia, di antaranya Bandung, Garut, Sukabumi, Cianjur, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Malang, Bengkulu, hingga Padang.


















