Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara Jakarta Minggu Pagi Tidak Sehat, Warga Disarankan Pakai Masker
Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla)
  • Kualitas udara Jakarta pada Minggu pagi berada dalam kategori tidak sehat dengan AQI 186.

  • Konsentrasi PM2.5 Jakarta tercatat 21,1 kali lebih tinggi dari panduan kualitas udara tahunan WHO.

  • Warga disarankan memakai masker, membatasi aktivitas luar, menutup jendela, dan menggunakan penyaring udara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (18/10/2026)

Kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat pada pagi hari. Warga disarankan memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

07.00 WIB

Laman IQAir diperbarui dengan data AQI Jakarta sebesar 186 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 105,5 mikrogram per meter kubik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat dengan AQI 186 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 105,5 mikrogram per meter kubik.
  • Who?
    Warga dan masyarakat di Jakarta disarankan mengurangi paparan polusi udara.
  • Where?
    Jakarta, berdasarkan data laman IQAir.
  • When?
    Minggu (18/10/2026) pagi, dengan pembaruan data pada pukul 07.00 WIB.
  • Why?
    Untuk meminimalkan paparan polusi udara, terutama karena konsentrasi PM2.5 tercatat tinggi.
  • How?
    Warga disarankan mengenakan masker, menghindari aktivitas luar ruangan, menutup jendela, dan menyalakan penyaring udara jika tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Udara di Jakarta pada Minggu pagi sedang tidak sehat. Orang-orang disarankan memakai masker dan tidak banyak bermain di luar. Data dari IQAir menunjukkan udara punya banyak partikel kecil bernama PM2.5. Warga juga bisa menutup jendela dan memakai penyaring udara jika ada. Jakarta menjadi kota dengan udara terburuk ketiga di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketersediaan data IQAir memberikan gambaran terukur mengenai kondisi udara Jakarta, termasuk AQI dan konsentrasi PM2.5. Informasi tersebut juga disertai langkah perlindungan yang jelas, seperti memakai masker, membatasi aktivitas luar ruangan, menutup jendela, dan menggunakan penyaring udara jika tersedia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kualitas udara di Jakarta tercatat tidak sehat pada Minggu (18/10/2026) pagi. Warga disarankan mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan paparan polusi udara.

Berdasarkan laman IQAir yang diperbarui pada pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta pada Minggu pagi berada di angka 186 atau tidak sehat.

Sementara itu, konsentrasi polutan PM2.5 tercatat sebesar 105,5 mikrogram per meter kubik, atau 21,1 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM2.5 merupakan partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat ditemukan di udara, termasuk dalam bentuk debu, asap, dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Selain mengenakan masker, masyarakat disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk mencegah masuknya udara kotor dari luar, serta menyalakan penyaring udara jika tersedia.

Berdasarkan data IQAir tersebut, kualitas udara Jakarta menempati urutan ketiga terburuk di Indonesia. Jakarta berada di bawah Pontianak yakni 221, di urutan pertama ada Palembang dengan indeks 386.

Curated For You

Editorial Team

Related Article