Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Kamis Pagi, Membaik Bertahap

Jakarta, IDN Times - Kualitas udara di Jakarta berada dalam kategori tidak sehat pada Kamis (22/10/2026) pagi.
Berdasarkan data IQAir pukul 06.00, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat sebesar 160.
1. Polutan didominasi oleh partikel halus

Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla) Polutan utama yang mendominasi pencemaran udara adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 68 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi ini perlu diwaspadai karena paparan PM2.5 dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.
2. Perkiraan kondisi IQAir sepanjang hari

Indikator polusi udara Jakarta pagi ini. (Dok/Istimewa). Berdasarkan prakiraan per jam IQAir, kualitas udara Jakarta diperkirakan membaik secara bertahap sepanjang pagi.
Indeks AQI diproyeksikan bertahan di level 160 pada pukul 07.00, kemudian turun menjadi 158 pada pukul 08.00 dan 154 pada pukul 09.00.
Selanjutnya, indeks kualitas udara diperkirakan turun menjadi 147 pada pukul 10.00 dan bertahan pada level tersebut hingga pukul 11.00.
3. Masyarakat diimbau tetap gunakan masker

Ilustrasi Polusi Udara. (IDN Times/Anjani Asra) Meski menunjukkan tren perbaikan, kualitas udara tetap perlu menjadi perhatian masyarakat. Warga disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat polusi tinggi, terutama bagi kelompok rentan.
Masyarakat juga dapat menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta mengurangi paparan udara luar ketika konsentrasi polutan meningkat.




















