Mendagri Tito kunjungi korban banjir bandang di Aceh Tamiang. (Dok. Kemendagri)
Tito mengungkapkan, jumlah pengungsi telah menurun drastis dibandingkan kondisi awal pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025. Dari sekitar 2,1 juta jiwa yang sempat mengungsi, kini jumlahnya semakin berkurang.
“Yang pemerintah sampaikan adalah (pengungsi yang sudah tidak tinggal di tenda) mendekati 100 persen. Kenapa? Kita hitung lebih kurang sekira-kira katakanlah 300 KK lebih kurang misalnya 1.000 pengungsi, dibanding dengan awalnya 2,1 juta jiwa, itu sudah 99 persen lebih (yang tidak lagi di tenda),” ujar Tito dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Dia menegaskan, meskipun jumlahnya relatif sedikit, pemerintah tetap memberikan perhatian penuh terhadap para pengungsi yang tersisa, khususnya di Aceh Tamiang dan Bireuen. Bagi pengungsi di Bireuen, pemerintah tengah membangun hunian tetap (huntap).
"Kemudian yang masuk ke daerah Sekerak ini, yang desa-desa saya sebutkan tadi, saya mau lihat satu per satu, dan kemudian bagaimana penyelesaiannya," ujar dia.