Wukuf di Arafah Rukun Haji yang Tak Boleh Ditinggalkan, Ini Maknanya

Wukuf di Arafah menjadi puncak haji yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah, sehari sebelum Idul Adha.
Wukuf merupakan rukun haji utama yang wajib dilakukan semua jemaah, termasuk yang sakit atau lansia melalui skema safari wukuf.
Saat wukuf, jemaah berdiam diri untuk berdoa dan berzikir tanpa bacaan wajib, karena ibadah ini bersifat tindakan pasif dalam rangkaian haji.
Jakart, IDN Times - Jemaah haji di Tanah Suci Makkah, mulai melaksanakan puncak haji di 3 lokasi utama yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Puncak haji diawali dengan wukuf di Arafah.
Wukuf di Arafah berlangsung pada tanggal 9 Zulhijah 1447 H. Mengacu pada hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada tanggal 18 Mei 2026. Dengan demikian, wukuf di Arafah berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, sehari sebelum Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026.
1. Waktu dimulai dan berakhirnya wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah mulai dari tanggal 9 Zulhijah setelah tergelincir matahari hingga terbit fajar 10 Zulhijah. Mustasyar Diny (Konsultan Ibadah) PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali mengatakan, wukuf di Arafah menjadi bagian terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji. Tidak sah haji seseorang tanpa wukuf di Arafah, sehingga semua jemaah haji wajib wukuf di Arafah, baik yang sehat maupun yang sakit.
Wukuf di Arafah menjadi salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan oleh jemaah haji dari seluruh dunia.
"Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa haji adalah Arafah. Maka Arafah ini menjadi bagian terpenting dari seluruh rangkaian haji," kata Moqsith dikutip dari kemenag.go.id, Minggu (1/6/2025).
2. Wukuf di Arafah salah satu rukun haji, semua jemaah wajib dibawa ke Arafah

Mengingat pentingnya wukuf ini, seluruh jemaah haji wajib dibawa ke Arafah, selagi masih memungkinkan untuk dibawa ke Arafah.
"Jemaah haji dalam kondisi apa pun selagi masih bisa dibawa ke Arafah, harus dibawa ke Arafah, walaupun dalam keadaan berbaring," jelas Moqsith.
Bagi jemaah yang uzur, bisa melaksanakan wukuf dengan skema safari wukuf, baik yang diselenggarakan oleh KKHI karena sakit, maupun safari wukuf bagi jemaah lansia. "Ini menunjukkan bagaimana pentingnya wukuf di Arafah," sambungnya.
3. Ibadah yang dilakukan saat wukuf di Arafah

Selama wukuf di Arafah, tidak ada bacaan wajib, sebagaimana ibadah salat. Seluruh ibadah haji adalah rukun fi'li (tindakan), tidak seperti salat yang mewajibkan rukun qauli (ucapan seperti membaca takbir, Alfatihah, dan lainnya).
Untuk ibadah fi'li tindakan wukuf ini, jelas Moqsith, adalah tindakan yang pasif, tidak aktif seperti tawaf atau sa'i.
"Saat wukuf, jemaah haji cukup berdiam diri saja. Jemaah cukup duduk, berdoa dan berzikir kepada Allah SWT. Meminta semua yang dibutuhkan oleh jemaah," kata Moqsith.



















