Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kunjungi UKRI, Menteri Mukhtarudin Tinjau Pelatihan SMK Go Global

5 min read
Kunjungi UKRI, Menteri Mukhtarudin Tinjau Pelatihan SMK Go Global
Menteri Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat 9 Oktober 2026 (dok. KP2MI)
  • Menteri P2MI Mukhtarudin meninjau pelatihan SMK Go Global di UKRI Bandung, sebagai strategi menyiapkan pekerja migran terampil untuk jalur kerja internasional yang legal, aman, dan terlindungi.

  • Hingga 4 Oktober 2026, 212.182 peluang kerja luar negeri masih terbuka; pelatihan BP3MI Jawa Barat diikuti 1.319 peserta, termasuk 175 peserta UKRI dalam bidang produksi, las, dan barista.

  • Kementerian P2MI menargetkan 2.000 kelas di 23 wilayah BP3MI serta penempatan bertahap hingga 140.000 pekerja pada 2029, melalui kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat pelindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan.

  1. 1. Tinjau pelaksanaan pelatihan SMK Go Global

    f25d9a32-7ca6-4791-97dd-6b6f084a956e.jpeg
    Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla melepas 37 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) peserta Program Peningkatan Kapasitas dalam rangka mendukung SMK Go Global di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026). (dok. KP2MI)

    Hingga 4 Oktober 2026, tercatat 212.182 peluang kerja luar negeri masih terbuka bagi tenaga kerja Indonesia. Data Sistem Informasi Pasar Kerja Luar Negeri (SIP2MI) menunjukkan, dari total 287.291 posisi yang tersedia, sebanyak 75.109 posisi atau 26,14 persen telah terserap, sedangkan 73,86 persen lainnya masih menunggu tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi.

    “SMK Go Global merupakan upaya nyata pemerintah untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global. Program ini juga menjadi bentuk pelindungan dari hulu, dengan membekali peserta kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi,” kata Menteri Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat 9 Oktober 2026.

    Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mukhtarudin meninjau pelaksanaan pelatihan SMK Go Global yang berlangsung di UKRI.

    Menteri Mukhtarudin mengapresiasi dukungan perguruan tinggi tersebut dalam memperkuat sinergi dengan Kementerian P2MI untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

  2. 2. Pelatihan Program SMK Go Global sepenuhnya dibiayai melalui APBN

    WhatsApp Image 2026-10-09 at 12.37.34 (1).jpeg
    Menteri Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat 9 Oktober 2026 (dok. KP2MI)

    Menurut Mukhtarudin, berdasarkan data per 8 Oktober 2026, jumlah peserta pelatihan SMK Go Global dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat mencapai 1.319 orang. Angka tersebut menjadi jumlah peserta tertinggi sementara dibandingkan wilayah kerja BP3MI lainnya.

    Khusus di UKRI, pelatihan diikuti 175 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas. Program tersebut mencakup tiga bidang pelatihan, yakni operation production dan bahasa Inggris dengan 57 peserta dalam tiga kelas, welder dan bahasa Inggris dengan 20 peserta dalam satu kelas, serta barista dan bahasa Inggris dengan 98 peserta dalam lima kelas.

    Menurut Mukhtarudin, pelatihan tersebut merupakan program peningkatan kompetensi atau upskilling bagi peserta yang telah memiliki kemampuan dasar sesuai bidangnya. Melalui pelatihan dan sertifikasi, kemampuan peserta diharapkan semakin memenuhi standar kompetensi dan kebutuhan dunia kerja internasional.

    "Penguatan tenaga kerja terampil semakin penting di tengah bonus demografi Indonesia. Ketika Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar, sejumlah negara justru menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat fenomena penuaan penduduk atau aging population," imbuh Menteri.

    Kondisi tersebut, lanjut Menteri, membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di pasar global. Namun, peluang itu harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan, penguasaan bahasa asing, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap budaya kerja di negara tujuan.

    “Pelatihan dalam Program SMK Go Global ini sepenuhnya dibiayai melalui APBN. Ini merupakan wujud komitmen Kementerian P2MI untuk menghadirkan pelatihan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional,” ujar Menteri.

  3. 3. Asta Mandala SMK Go Global

    Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtaruddin dalam konferensi pers Asta Mandala SMK Go Global.
    Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtaruddin dalam konferensi pers Asta Mandala SMK Go Global. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Mukhtarudin menjelaskan, pelaksanaan program tersebut berlandaskan Asta Mandala SMK Go Global yang dirancang agar kebijakan penempatan pekerja migran tidak semata-mata berorientasi pada jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan.

    Melalui landasan tersebut, pemerintah mendorong pencapaian Panca Sukses yang meliputi sukses kompetensi, sukses pelindungan, sukses penempatan, sukses remitansi, dan sukses tata kelola. Kelima sasaran itu diharapkan menghasilkan Tri Dampak, yakni dampak sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan dampak ekonomi.

    Untuk memperluas jangkauan program, Kementerian P2MI menargetkan pembentukan 2.000 kelas pelatihan di seluruh 23 wilayah kerja BP3MI. UKRI menjadi salah satu mitra pelaksana program tersebut dengan kegiatan pelatihan yang telah berjalan sejak awal September 2026.

    Kementerian P2MI juga menetapkan target penempatan pekerja migran melalui program SMK Go Global secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.

    Menteri Mukhtarudin berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Selain meningkatkan keterampilan sesuai bidang masing-masing, peserta diminta memperkuat kemampuan bahasa, kedisiplinan, dan pemahaman budaya kerja sebagai bekal memasuki lingkungan kerja internasional.

    Ia menegaskan, penyiapan kompetensi sejak dari dalam negeri merupakan bagian penting dari pelindungan pekerja migran. Dengan bekal keterampilan dan sertifikasi yang sesuai, calon pekerja migran diharapkan dapat mengakses peluang kerja melalui prosedur resmi serta terhindar dari risiko penempatan nonprosedural.

  4. 4. UKRI dorong kolaborasi berkelanjutan

    WhatsApp Image 2026-10-09 at 12.37.34.jpeg
    Menteri Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat 9 Oktober 2026 (dok. KP2MI)

    Sementara itu, Wakil Rektor II UKRI Erdiansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri P2MI dan pelaksanaan program SMK Go Global di lingkungan kampusnya.

    Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan antara UKRI, Kementerian P2MI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BP3MI Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja, serta para pemangku kepentingan lainnya.

    Menurut Erdiansyah, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja global.

    “Kita ingin agar ketika anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri, mereka bukan hanya dikenal sebagai tenaga kerja, tetapi dikenal sebagai tenaga profesional Indonesia yang kompeten, berintegritas, berbudaya, dan mampu menjaga nama baik bangsa,” ujar Erdiansyah.

    Erdiansyah berharap program SMK Go Global 2026 dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi dan berkarier di tingkat internasional.

    Dari UKRI, kata dia, diharapkan lahir sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global, sekaligus membawa kompetensi dan martabat bangsa ketika bekerja di luar negeri.

    Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, Wakil Rektor I UKRI Dr. Heni Haryani, Wakil Rektor II UKRI Erdiansyah, Wakil Rektor III UKRI Suhaeri, pimpinan unit di lingkungan universitas, mahasiswa UKRI, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Melalui sinergi pemerintah dan perguruan tinggi, Program SMK Go Global diharapkan memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam memanfaatkan peluang kerja internasional, sekaligus memastikan proses migrasi kerja berlangsung secara legal, aman, dan terlindungi.

    Upaya tersebut sejalan dengan semangat yang diusung Kementerian P2MI, yakni “Migran Aman, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. (WEB)


Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More