Jemaah haji mulai lempar jumrah Aqabah usai bermalam di Muzdalifah, Jumat (6/6/2025). (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)
Puji menjelaskan, jemaah haji yang masuk kategori murur nantinya akan langsung menumpang bus dari Arafah menuju Mina setelah menjalani wukuf. Mereka tidak perlu turun di Muzdalifah maupun menunggu hingga tengah malam (mabit) untuk melanjutkan perjalanan.
"Ini yang mereka tidak harus turun di Muzdalifah, dan tidak harus menunggu tengah malam untuk melewati Muzdalifah," ujarnya.
Sementara, jemaah yang dalam kondisi sehat tetap akan menjalani mabit di Muzdalifah, sebelum diberangkatkan menuju Mina setelah lewat tengah malam.
Puji menyebut saat ini PPIH Arab Saudi bersama Satuan Operasi Armuzna masih memfinalisasi mekanisme teknis, pembagian jemaah, dan SOP pelaksanaan murur maupun tanazul.
PPIH juga terus melakukan koordinasi intensif dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
"Kita berharap semua jemaah bisa mengikuti puncak ibadah haji secara normal, sehat, dan tanpa terkendala hal-hal yang menghambat ibadah," katanya.
Puji menegaskan, kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas menjadi faktor penting keberhasilan skema Armuzna tahun ini. Ia berharap persoalan yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya tidak terulang kembali.
"Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang kesiangan keluar dari Muzdalifah atau sampai harus berjalan kaki karena kepadatan," ujarnya.
Perlu diketahui, murur adalah pergerakan jemaah haji dari Arafah menuju Mina, jemaah hanya lewat dan melintasi kawasan Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun untuk bermalam (mabit).
Sedangkan, tanazul adalah kebijakan kemudahan (rukhsah) bagi jemaah, khususnya lansia dan jemaah berisiko tinggi, yang memungkinkan jemaah tidak perlu mabit di Mina setelah melontar jumrah, melainkan langsung kembali ke hotel di Makkah untuk beristirahat.