Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenhaj Gelar Simulasi Penanganan Krisis di Bandara dan Armuzna

Simulasi pelayanan jemaah lansia dan disabilitas bagi PPIH (Dok. Media Center Haji)
Simulasi pelayanan jemaah lansia dan disabilitas bagi PPIH (Dok. Media Center Haji)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah RI terus mematangkan kesiapan para petugas haji tahun 2026. Guna mengantisipasi dinamika di lapangan, digelar latihan khusus bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara.

Latihan ini bukan sekadar teori. Selama dua hari, yakni Selasa (27/01/2026) hingga Rabu (28/01/2026), para peserta dihadapkan langsung pada simulasi situasi kritis yang kerap mewarnai kedatangan jemaah haji Indonesia. Kegiatan ini turut menggandeng pihak TNI/POLRI sebagai fasilitator untuk memastikan kedisiplinan dan ketepatan penanganan.

1. Simulasi Hiruk-pikuk bandara Madinah

Simulasi pelayanan jemaah yang kehilangan bagasi dan paspor bagi PPIH (Dok. Media Center Haji)
Simulasi pelayanan jemaah yang kehilangan bagasi dan paspor bagi PPIH (Dok. Media Center Haji)

Pada hari pertama, Selasa (27/01/2026), area latihan disulap menyerupai situasi kedatangan di Bandara Prince Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah.

Metode roleplay diterapkan secara totalitas. Sebagian peserta diklat berperan sebagai petugas—mulai dari seksi transportasi hingga layanan lansia—sementara peserta lainnya memerankan karakter jemaah haji.

Skenario yang dimainkan mencakup masalah-masalah klasik namun krusial, seperti jemaah yang panik karena kehilangan paspor, koper yang tertukar, hingga penanganan jemaah lansia dan disabilitas yang terpisah dari rombongan. Simulasi ini menuntut petugas untuk merespons cepat di tengah tekanan situasi kedatangan yang padat.

2. Ujian mental di Arafah

Mabit di Muzdalifah, Makkah (IDN Times/Umi Kalsum)
Mabit di Muzdalifah, Makkah (IDN Times/Umi Kalsum)

Tingkat kesulitan meningkat pada hari kedua, Rabu (28/01/2026). Latihan difokuskan pada pelayanan jemaah dalam fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Petugas Daker Bandara yang diperbantukan di Arafah diuji dengan skenario yang lebih kompleks.

Panitia melemparkan berbagai kasus tak terduga, mulai dari jemaah yang tersesat masuk ke tenda yang salah, keluhan distribusi ketersediaan makanan, hingga situasi darurat penanganan jemaah yang wafat saat pelaksanaan wukuf. Meski skenario yang diberikan cukup berat, para petugas yang telah menempuh pembekalan teori selama dua minggu terakhir mampu menanganinya dengan prosedur yang tepat.

3. Jangan panik, petugas siap membantu

Kasatops Armuzna 2026 Letkol Inf Surnadi
Kasatops Armuzna 2026 Letkol Inf Surnadi (IDN Times/Yogie Fadila)

Letkol Inf. Surnadi, yang memimpin jalannya simulasi, memberikan evaluasi positif usai kegiatan. Menurutnya, simulasi ini vital agar petugas dari berbagai fungsi—seperti Perlindungan Jemaah (Linjam), Imigrasi, hingga Pelayanan Kepulangan (Yanpul)—memiliki gambaran nyata tentang solusi masalah di lapangan.

Dalam wawancaranya, Letkol Surnadi juga menyampaikan pesan khusus bagi para calon jemaah haji agar tetap tenang jika menghadapi kendala di Tanah Suci.

"Seorang jemaah apabila ada permasalahan, hadapi dengan tenang. Jangan 'kurung busuk' (memendam masalah sendiri atau putus asa), jangan takut. Nanti ada petugas-petugas yang akan menyelesaikan permasalahan jemaah," tegas Surnadi.

Ia mencontohkan kasus kehilangan paspor yang sering membuat jemaah bingung karena lupa tempat penyimpanan. Melalui latihan ini, diharapkan para petugas dapat langsung memberikan solusi konkret (problem solving) bagi jemaah.

"Intinya adalah 'How can I solve my solution'. Latihan ini sangat mendukung agar para petugas tahu persis cara mengatasinya nanti di Arab Saudi," tutupnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in News

See More

Ketua KPK Curhat Gak Dapat Rumah dan Kendaraan Dinas di Rapat DPR

28 Jan 2026, 14:43 WIBNews