Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudi menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum serius dalam menangani persoalan kualitas udara di Ibu Kota.
Menurutnya, persoalan pencemaran udara kerap tidak menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak terlihat secara kasat mata. Kondisi tersebut juga membuat sumber polusi sulit dibuktikan secara langsung.
"Jika melihat kondisi sekarang, Pemda DKI Jakarta memang kurang serius dalam mengelola kualitas udara. Masalahnya adalah pencemaran udara ini merupakan sesuatu yang tidak terlihat secara kasat mata (invisible)," ujar Ahmad di Balai Kota, Rabu (19/8/2025).
