Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lawatan Pramono ke New York, Bahas Investasi hingga Tantangan Kota
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani (Jakarta.go.id)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri U20 Mayors Summit 2026 di New York untuk membahas krisis perumahan, iklim, mobilitas, dan penguatan ekonomi bersama pemimpin kota dunia.

  • Pramono memaparkan ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen dengan investasi 10,5 miliar dolar AS dalam enam bulan, serta menawarkan 37 proyek kota senilai potensi 7 miliar dolar AS.

  • Dalam pertemuan bilateral, Jakarta dan New York membahas kemacetan, banjir, serta Jakarta Bond; kunjungan juga mencakup dialog ketahanan iklim dan Letter of Intent dengan NYU.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri U20 Mayors Summit 2026 di New York serta membahas investasi, transportasi, banjir, dan rencana penerbitan Jakarta Bond.
  • Who?
    Pramono Anung, Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani, para pemimpin kota peserta U20, C40 Cities, Harvard University's Salata Institute, dan New York University terlibat dalam rangkaian agenda.
  • Where?
    Agenda berlangsung di New York, Amerika Serikat, termasuk di Civic Hall untuk sidang pleno U20 dan pertemuan bilateral Pramono dengan Mamdani.
  • When?
    U20 Mayors Summit 2026 berlangsung pada 19–21 September 2026. Pramono dan Mamdani bertemu di Civic Hall pada 20 September.
  • Why?
    Pertemuan digelar untuk merumuskan solusi isu perumahan, iklim, mobilitas manusia, dan ekonomi, sekaligus membuka peluang investasi Jakarta serta pertukaran pengalaman pembangunan infrastruktur kota.
  • How?
    Pramono memaparkan pertumbuhan ekonomi Jakarta, 37 proyek kota bernilai potensi 7 miliar dolar AS, Transjabodetabek, pengendalian banjir, dan Jakarta Bond; Mamdani menawarkan pengiriman tim keuangan New York.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - "Jakarta datang ke New York untuk kolaborasi dan berkontribusi." Kalimat singkat itu ramai dibicarakan ketika Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjejakkan kaki di New York, Amerika Serikat, memenuhi undangan Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani untuk menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026, yang berlangsung 19–21 September.

Undangan itu bukan basa-basi diplomatik. Dalam surat bertanggal 27 Juli 2026, Mamdani mengajak Pramono bergabung bersama para pemimpin kota besar dunia–yang bertepatan dengan pembukaan Sidang Majelis Umum PBB–untuk merumuskan solusi atas krisis perumahan, perubahan iklim, mobilitas manusia, dan penguatan ekonomi. 

Jakarta yang telah lama menjadi bagian dari U20, bersama kota-kota besar dunia menyusun agenda perkotaan global, demi terwujudnya kota yang semakin layak huni di tengah tekanan perubahan iklim dan urbanisasi.

1. Dari U20 hingga Jakarta Bond

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri U20 (Jakarta.go.id)

Di Civic Hall, New York, Pramono naik ke mimbar U20 Mayoral Plenary. Di hadapan para wali kota dan gubernur dunia, mantan Sekretaris Kabinet itu memamerkan rapor ekonomi Jakarta yang tetap tegak di tengah tekanan global.

"Pada triwulan II tahun ini, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,52 persen dengan inflasi tetap rendah di level 2,5 persen. Stabilitas ini telah mendorong masuknya investasi sebesar 10,5 miliar dolar AS ke Jakarta hanya dalam enam bulan," ujarnya.

Angka itu jadi pijakan Pramono untuk melangkah lebih jauh membuka pintu investasi. "Jakarta siap membuka peluang investasi melalui 37 proyek pengembangan kota dengan potensi nilai investasi sebesar 7 miliar dolar AS. Kami mengundang para mitra kota, dunia usaha, dan mitra global untuk tidak hanya berinvestasi di Jakarta, tetapi juga bersama-sama membangun masa depan kota kita," tuturnya. 

2. Investasi dan transportasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto bersalaman bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani (Jakarta.go.id)

Dua hari berselang, giliran ruang bilateral yang jadi panggung. Pramono dan Mamdani bertemu di Civic Hall, Minggu (20/9), membahas persoalan yang dihadapi kedua kota, yaitu kemacetan, banjir, hingga cara membiayai pembangunan. Mamdani menggali langsung strategi Jakarta mengurai kemacetan. Pramono menjawab dengan cerita Transjabodetabek. 

"Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah. Kami juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, antara lain lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar penerima KJP dan mahasiswa penerima KJMU," paparnya.

Soal banjir, keduanya senasib. Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. “Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall," kata Pramono.

Pembicaraan kemudian mengarah ke rencana besar, yaitu penerbitan obligasi daerah, atau Jakarta Bond, untuk membiayai infrastruktur kota. Mamdani menyambutnya dengan antusias. 

"Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik. Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah," tandasnya.

3. Agenda Lainnya

Gubernur DKI Jakarta (Jakarta.go.id)

Kunjungan ke New York juga diisi sejumlah agenda strategis. Pramono menjadi pembicara dalam Heat Roundtable bersama C40 Cities dan Harvard University's Salata Institute membahas ketahanan iklim bersama wali kota Freetown dan Paris. Ia juga menandatangani Letter of Intent dengan New York University terkait pengembangan industri olahraga dan pariwisata.

Bagi Jakarta, rangkaian pertemuan di New York bukan sekadar seremoni. Agenda tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus menunjukkan bahwa kota dengan beragam persoalan khas metropolitan tetap memiliki peluang untuk berkembang dan menarik minat investor. 

Lebih dari itu, kunjungan ini diharapkan menghasilkan kemitraan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article