Jakarta, IDN Times - Anggota DPR RI, Azis Subekti menilai Indonesia perlu membangun cara pandang yang lebih jernih dalam membaca kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini tidak dapat disederhanakan menjadi sekadar baik atau buruk.
Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, ruang publik kerap terbelah dalam dua cara pandang ekstrem. Sebagian pihak menilai pelemahan rupiah dan koreksi pasar saham sebagai tanda Indonesia menuju krisis. Sebaliknya, sebagian pihak lain melihat pertumbuhan ekonomi dan indikator makro yang relatif baik sebagai tanda bahwa tidak ada masalah serius. Menurut Azis, kedua pandangan tersebut sama-sama tidak utuh.
“Indonesia tidak sedang baik-baik saja dalam arti tanpa tantangan. Tetapi Indonesia juga tidak sedang menuju kehancuran. Yang kita hadapi adalah situasi kompleks yang membutuhkan pembacaan jernih,” ujar Azis dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
